Waspada
Waspada » Satu PDP Meninggal Dunia Di RSUD Perdagangan
Sumut

Satu PDP Meninggal Dunia Di RSUD Perdagangan

SIMALUNGUN (Waspada): Satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Desa (Nagori) Bangun Panei, Kec. Dolog Masagal, Kab. Simalungun, meninggal dunia di RSUD Perdagangan, Kamis (2/4).

Pasien laku-laki berinisial HP berusia sekitar 67 tahun itu meninggal dunia sekira pukul 06.00. Informasi meninggalnya pasien PDP tersebut dibenarkan salah seorang kerabat almarhum.

” Memang berstatus PDP, tapi orang tua kami negatif Corona (Covid-19). Selama ini memang mengidap diabetes dan prostad,” ujar salah seorang kerabat yang dihubungi siang.

Dikatakan, orang tua mereka sudah dirawat di RSUD Perdagangan sejak lima hari lalu. Walau negatif covid-19, namun orang tuanya itu dinyatakan harus tetap dirawat sampai batas 14 hari sejak dia masuk rumah sakit. Belum sampai batas waktu ditentukan, orang tuanya sudah menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit itu.

” Kami lagi sedang menunggu jenazah almarhum dalam perjalanan menuju Dolog Masagal. Kami pasrah, situasi yang membuat demikian, tidak ada acara adat, langsung dibawa ke pemakaman, karena begitu protapnya,” ujar kerabat almarhum.

Sebelum meninggal dunia, awalnya warga Desa Bangun Panei itu memiliki riwayat perjalanan baru pulang dari Jakarta dan hari ke-14 setelah kepulangannya dia mengalami gejala demam tinggi dan sesak napas, sehingga dibawa ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke RSUD Perdagangan dan jadilah ia berstatus PDP.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan rapid test, pasien dinyatakan negatif covid-19 dan ini diumumkan resmi oleh bupati JR Saragih melalui conferensi pers pada Sabtu (28/3) sore. Begitupun, pasien tetap dalam pengawasan dan perawatan di RSUD Perdagangan hingga 14 hari ke depannya, sambil menunggu hasil laboratorium.

Bahkan akibat status PDP itu juga, Bupati Simalungun JR Saragih langsung mengeluarkan surat instruksi untuk melakukan isolasi bagi warga Desa Bangun Panei. Warga tidak dibenarkan melakukan kegiatan sifatnya berkumpul dan tidak boleh bepergian dan berinteraksi dengan warga desa lainnya selama 14 hari, dan hingga hari ini sudah memasuki hari keenam masa isolasi.

Sementara, Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19, Wasin Sinaga, saat dihubungi belum mengetahui korban meninggal di RSUD Perdagngan adalah berstatus PDP. ” Sebentar, nanti saya beri informasi,” ujarnya melalui sambungan selular.(a29)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2