Waspada
Waspada » Sampah Resahkan Pedagang Pasar Horas Pematangsiantar 
Sumut

Sampah Resahkan Pedagang Pasar Horas Pematangsiantar 

Tumpukan sampah di Pasar Horas Kota Pematangsiantar sangat meresahkan para pedagang. Wali Kota Hefriansyah yang sedang monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H menyatakan Pasar Horas sangat kacau dan manajemen PDPHJ kurang baik.(Waspada-Edoard Sinaga).

 

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Sampah yang menumpuk dan mengeluarkan bau tidak sedap di pasar tradisional di Kota Pematangsiantar yakni Pusat Pasar Horas sangat meresahkan para pedagang, karena behari-hari tidak diangkut.

Kondisi pasar yang terlihat kacau akibat tumpukan sampah itu ditemukan Wali Kota Hefriansyah saat monitoring harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H, Selasa (4/5).

Ketika sedang berjalan didampingi Asisten II Zainal Siahaan, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) diantaranya Kapolres AKBP Boy Sutan Binanga Siregar, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Edhi Rahmanto Hidayat dan lainnya, tiba-tiba Wali Kota menghentikan langkahnya di dekat tumpukan sampah.

Melihat tumpukan sampah itu, Wali Kota langsung memerintahkan kepada pegawai Sekdretariat Daerah (Setda) untuk mendokumentasikan kondisi Pasar Horas itu, terutama tumpukan sampah yang merusak pandangan mata.

Para pedagang yang berjualan di dekat tumpukan sampah langsung mendatangi Wali Kota dan menyampaikan keluhan mereka tentang tumpukan sampah itu.

Menurut para pedagang, tumpukan sampah itu sudah lama di lokasi mereka berjualan dan sangat bau dan sudah sering dilaporkan tentang tumpukan serta bau sampah itu kepada pengelola Pasar Horas, tapi tidak dipedulikan.

Mendengar keluhan para pedagang, Wali Kota juga menyatakan keheranannya dan bertanya dimana Direksi Perusahaan Daerah Horas Jaya (PDPHJ) serta mengapa kotor sekali Pasar Horas itu. “Kacau kali!”

Melihat kondisi Pasar Horas itu dan mendengar keluhan para pedagang itu, Wali Kota menilai manajemen PDPHJ kurang baik.

Usai berbincang-bincang dengan para pedagang, Wali Kota bersama rombongan melanjutkan monitoring di Pasar Horas, Bulog dan distributor.

Mengenai monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Horas, Wali Kota menyebutkan harga dan ketersediaan bahan pokok masih stabil dan bahkan tersedia sampai empat bulan ke depan serta tidak dijumpai penimbunan-penimbunan yang dikhawatirkan terjadi saat momen hari besar itu.

“Kita monitoring secara mendadak di beberapa tempat seperti di pasar, Bulog dan distributor. Untuk harga, daging masih stabil, gula dan terigu, harganya turun serta kondisi stok sampai bulan September masih terjamin. Stok ada, tidak ada penimbunan di distributor dan tidak ada panic buying,” sebut Wali Kota.

Menurut Wali Kota, dari hasil monitoring mendadak itu, pihaknya akan merumuskan langkah lebih lanjut.

“Bisa dipertimbangkan untuk melakukan operasi pasar di kemudian hari dan mencek jalur distribusi yang ada. Mudah-mudahan, apa yang kita khawatirkan tidak terjadi,” imbuh Pj Sekda Zulkifli.

Sementara, Kepala KPw BI Edhi Rahmanto Hidayat menyebutkan, untuk kebutuhan Idul Fitri 1442 H, BI melayani penukaran pecahan uang baru di 26 titik di Pematangsiantar dan mekanisme penukaran diatur  masing-masing bank penyalur.

“Penukaran pecahan ada 26 titik di Pematangsiantar dan itu diserahkan ke masing-masing bank, bagaimana kebijakannya untuk melayani penukaran uang pecahan itu. Ada 20 bank dengan 26 titik penukaran dan bisa satu bank dua atau tiga pos layanan, dimana bank menerapkan strategi sendiri dan batasan jumlah,” sebut Edhi.(a28/C).

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2