Waspada
Waspada » Saatnya Kita Peduli, Bayi Penderita Hydrocephalus Belum Tersentuh Medis
Features Headlines Sumut

Saatnya Kita Peduli, Bayi Penderita Hydrocephalus Belum Tersentuh Medis

Sehat Hartati Pulungan, menggendong Azdra Izzatun Nisa, bayi penderita Hydrocephalus yang belum tersentuh medis. Waspada/Muhammad Satio
Sehat Hartati Pulungan, menggendong Azdra Izzatun Nisa, bayi penderita Hydrocephalus yang belum tersentuh medis. Waspada/Muhammad Satio

Azdra Izzatun Nisa bayi perempuan berusia satu tahun tujuh bulan, menderita penyakit Hydrocephalus atau mengalami pembengkakan pada bagian kepala. Hingga kini belum memproleh perawatan medis akibat ketiadaan biaya berobat.

Penuturan Ibunya, Sehat Hartati Pulungan 27, warga Lingk VI, Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padanglawas (Palas), kepada Waspada.id mengatakan, Ara biasa ia memanggil putrinya, dulu lahirnya normal. Seiring waktu, saat beranjak usia 3 bulan mulai terlihat pembengkakan di bagian kepala putrinya dan diperparah pada usia 4 bulan hingga sekarang.

Akibat penyakit itu, Ara putrinya tidak bisa apa-apa. Baik merangkak dan duduk sendiri. Sehari-hari hanya bisa berbaring dan menangis di tempat tidur. Tidak seperti bayi lainnya yang membuat seorang ibu teriak-teriak akibat ulah semaunya seorang bayi.

“Saat usia 3 bulan memang tetangga menyarankan segera dibawa ke Rumah Sakit. Tapi apalah, aku ngak punya uang, bisa makan sehari-sehari saja sudah syukur,” ucap Ibu dua anak putri itu yang telah dua tahun ditinggal pergi suaminya.

Katanya, dimulai 2018 lalu awal perjuangannya sendiri melewati lika-liku hidup, mulai dari tempat tinggal ia bersama suaminya di Kota Padangsidimpuan dengan bekerja serabutan, agar bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan membesarkan putrinya.

“Ayah anak-anak pergi saat Ara masih umur 3 bulan dalam kandungan, hingga kini entah di mana rimbanya,” ucapnya.

Dengan harapan suaminya kembali, Hartati sempat bertahan di Kota Salak tersebut. Namun, akhirnya ia menyerah dan mengaku tak mampu memberi makan kedua putrinya lagi, terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini yang semua serba susah.

“Sejak virus ini datang, udah jarang dapat orderan, warga kebanyakan udah pada nyuci sendiri,” ucap Hartati yang mengandalkan tenaganya mencuci dan menyetrika pakaian warga mencari rezeki.

Dengan segala pertimbangan, terlebih melihat putrinya yang menderita penyakit, akhirnya, Hartati mengalah dengan keadaan dan terpaksa kembali ke rumah kontrakan Ibunya di Sibuhuan.

Bersama ibunya, kini mereka berjualan makanan siap saji khusus sarapan pagi untuk membantu biaya kontrakan dan menabung untuk biaya perobatan putrinya Ara.

Hartati mengatakan, hingga saat ini belum pernah membawa putrinya Ara ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan medis, sebab, ia sadar pasti memerlukan biaya yang cukup besar.

Atas kondisinya tersebut, Hartati sangat berharap uluran tangan dermawan untuk biaya pengobatan putrinya tersebut.

“Kepada bapak dan ibu dermawan yang punya rezeki lebih, saya mohon bantulah saya memberi kecerian pada putri saya agar bisa layaknya bayi normal,” pinta Hartati disela isak tangisnya.

Mari bantu dan ringankan beban Hartati membawa putrinya berobat untuk kesembuhan dan kesehatan putri mungilnya. Jika berkenan, silahkan langsung ke rumah kontrakan mereka di Sibuhuan Baru Jl. KH. Dewantara, atau melalui rekening nomor: 109701033103508 milik suami saudara kandungnya An. NASIB, Bank BRI Unit Tran. Waspada/Muhammad Satio

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2