TANJUNGTIRAM (Waspada): 13 Siswa/i tingkat SMP dan SMA warga Dusun V dan VI Desa Bandar Rahmat, Kecamatan Tanjungtiram, Kabupaten Batubara mengalami naas tercebur ke dalam sungai Kuala Batubara setelah sampan tempel mereka tumpangi tenggelam mengalami kecelakaan tabrakan dengan boat (Kapal Motor) nelayan penangkap ikan jaring timbul, Rabu (17/7) sekira pukul 07.00.
Dalam peristiwa ini seluruh siswa selamat, setelah mendapat bantuan dari nelayan maupun masyarakat, mengevakuasi mereka ke dalam sampan untuk selanjutnya membawa ke pinggir/daratan.
Informasi Waspada peroleh menyebutkan awalnya 13 siswa ini seperti biasa menyeberang menggunakan sampan tempel dan mendarat di Pelabuhan Tanjungtiram atau pelataran Pajak Ikan TPI sebelum menuju sekolah. Sebab desa tempat tinggal mereka dipisahkan oleh sungai atau alur Kuala Batubara.
Namun naas bagi siswa ini, setelah berlayar meninggalkan tangakahan penaikan sampan tempel yang dinakhodai Sahak Udin warga setempat tiba-tiba bertabrakan dengan boat nelayan penangkap ikan yang saat itu sedang berada di jalur sungai dan kondisi mundur, sehingga tabrakan tak dapat dihindarkan.
Akibatnya 13 penumpang siswa tersebut tercebur beserta sampan mereka tumpangi tenggelam di sungai yang waktu itu kondisi pasang.
Para penambang sampan maupun nelayan yang melihat kejadian itu langsung memberikan bantuan menyelamatkan siswa dan mengevakuasinya ke dalam sampan atau boat mereka gunakan, selanjutnya membawa ke darat.
Sedangkan sampan tempel mereka tumpangi mengalami karam alias tenggelam dan kini telah ditarik (dievakuasi ke pinggir/tangkahan).
Kepala Desa Bandar Rahmat Submiswan yang dihubungi Waspada mengakui peristiwa kecelakaan sampan tambang membawa 13 penumpang siswa setingkat SMP dan SMA warga desanya.
Menurutnya, Pj Bupati Batubara H Heri Wahyudi Marpaung telah turun dan memberikan bantuan kepada 13 siswa berupa alat tulis, tas maupun baju sekolah sebagai memotivasi mereka untuk tetap semangat belajar menuntut ilmu maupun memberikan santunan biaya perbaikan perahu kepada Sahak Udin selaku pemilik sampan.
Jalan Tak Memadai
Warga mengatakan sampan tempel atau sampan tambang satu-satunya sarana transportasi mereka gunakan untuk menyebrang melakukan aktivitas sehari-hari maupun anak-anak yang bersekolah ke luar desa.
Kendati masih ada jalan darat melalui sisi pantai, namun kondisinya tidak memadai alias buruk di penuh tonjolan bebatuan cadas dan tanah lumpur karena kerap menjadi sasaran gelombang dan genangan pasang laut.(a18)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.