Rutan Kelas II Balige Perpanjang Asimilasi Di Rumah

Rutan Kelas II Balige Perpanjang Asimilasi Di Rumah
Cegah Penularan Covid-19

  • Bagikan
Kepala Rutan Kelas II Balige, Henri Damanik, SH. Waspada/Ramsiana Gultom
Kepala Rutan Kelas II Balige, Henri Damanik, SH. Waspada/Ramsiana Gultom

TOBA (Waspada) : Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Balige tetap melaksanakan perpanjangan pengeluaran bagi napi untuk menjalankan asimilasi di  rumah. Demikian disampai Kepala Rutan Kelas II Balige  Henri Damanik, SH saat ditemui Waspada.id, di Rutan, Senin (25/10).

“Pemberian asimilasi ini dilakukan dalam rangka pencegahan dan penyebaran COVID 19 sesuai Permenkumham No.24 Tahun 2021 bagi napi yg telah memenuhi syarat-syarat. Secara teknis, setiap tahanan yang mendapatkan asimilasi wajib memenuhi ketentuan dan berdasarkan penilaian Bapas,” ujar Henri.

Lanjut Henri, dengan berpedoman pada Permenkumham No.32 Tahun 2020 narapidana bisa diusulkan mendapatkan asimilasi setelah menjalani 6 bulan masa pidana, berkelakuan baik, surat jaminan dan pernyataan, surat masih ada perkara lain sidang TPP Lapas/Rutan, penelitian kemasyarakatan oleh petugas Rutan dan PK Bapas dan bagi hukuman 6 bulan ke bawah bisa diusulkan setelah menjalani 1/2 masa pidana.

“Apabila ada tahanan terputus misalnya tahanan rumah dihitung 1/3 masa tahanan, tahanan kota 1/5 masa tahanan (KUHAP 1981) dan perlu disampaikan tidak semua kasus dapat diusulkan asimilasi di rumah dalam pencegahan penyebaran COVID 19,” imbuh Henri.

Diakuinya, tidak semua kasus hukum bisa mendapatkan asimilasi. Ada kasus tertentu seperti tersangkut kasus PP No.99 tahun 2012, narkoba dengan putusan di atas lima tahun, kasus pembunuhan dan asusila merupakan beberapa contoh kasus yang tidak bisa mendapatkan asimilasi.

Sejak tahun 2020, imbuh Henri, sudah ada sekitar 260 warga binaan Rutan Kelas II Balige yang mendapatkan asimilasi. Henri berharap agar program asimilasi ini diketahui masyarakat luas, sehingga tidak menimbulkan pro dan kotra di tengah-tengah masyarakat. (a36)

  • Bagikan