Rumah Agus Disulap Jadi Hunian Layak - Waspada

Rumah Agus Disulap Jadi Hunian Layak

  • Bagikan
Kadis Perkim Batubara Norma didampingi camat, lurah foto bersama Agus Salim di depan rumahnya setelah di rehabilitasi program RTLH. Rumah Agus disulap menjadi hunian yang layak. Waspada/Iwan Has
Kadis Perkim Batubara Norma didampingi camat, lurah foto bersama Agus Salim di depan rumahnya setelah di rehabilitasi program RTLH. Rumah Agus disulap menjadi hunian yang layak. Waspada/Iwan Has

TALAWI (Waspada): Memiliki hunian layak menjadi impian semua orang. Seperti halnya Agus Salim, warga Lingkungan I Kelurahan Labuhan Ruku Kec Talawi, Batubara, merasa senang setelah gubuk reyot yang ditempatinya bersama keluarga selama ini, telah “disulap” menjadi hunian yang layak melalui program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni).

“Alhamdulillah sekarang rumah kami telah permanen dan terasa seperti orang kaya setelah direhab melalui bantuan RTLH Rp15 juta,” sebutnya dihadapan Kadis Perkim Batubara Norma Deli Siregar beserta Camat Talawi Muliadi dan Lurah Syahrul Ayadi ketika meninjau rumah tempat tinggalnya, salah satu yang direnovasi melalui program RTLH, Selasa (2/9).

Dia mengaku kondisi rumah sebelumnya sangat memprihatinkan dan mudah roboh, dinding terbuat dari papan dan bertopang kayu serta beratapkan daun nipah.

Berkat adanya program RTLH  dari Pemkab Batubara melalui Dinas Perkim, dirinya beserta keluarga dapat hidup lebih layak.

“Di sini saya berterimakasih kepada Bupati Batubara Zahir yang peduli terhadap warga tidak mampu, sehingga bisa mendapatkan kehidupan yang layak,” ujar Salim.

Salim mengaku kondisinya yang sakit membuat dirinya sudah lama tidak bekerja melaut menangkap ikan kecuali mengharapkan bantuan dari penghasilan anaknya untuk menyambung hidup.

Kadis Perkim Kab Batubara Norma Deli Siregar mengatakan, di Kecamatan Talawi sebanyak 30 unit rumah warga yang tidak mampu, salah satunya milik Agus Salim direhabilitasi melalui bantuan RTLH sebesar Rp15 juta/unit.

Dari jumlah dana tersebut Rp12,5 juta untuk pembelian keperluan material bangunan dan Rp2,5 juta lagi untuk membantu upah pekerja.

“Pembangunan RTLH ini diutamakan gotong royong sebagaimana harapan,” ujarnya.

Menurutnya, rumah Agus sebelumnya dalam kondisi tidak layak, bertiang menggunakan papan, beratapkan nipah dan kini telah dibuat menjadi bangunan permanen setelah direhab melalui RTLH.(a18)

 

  • Bagikan