Ruas Jalan Provinsi Tapsel-Paluta Prioritas Pembangunan Sumut TA 2022

  • Bagikan
SYAHRUL Pasaribu bersama tim Bappeda dan Dinas Bina Marga Pemprov Sumut, ketika meninjau ruas Jalan Provinsi di Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan. Waspada/Ist
SYAHRUL Pasaribu bersama tim Bappeda dan Dinas Bina Marga Pemprov Sumut, ketika meninjau ruas Jalan Provinsi di Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan. Waspada/Ist

 

P.SIDIMPUAN (Waspada): Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprov Sumatera Utara meninjau ruas Jalan Provinsi di Kecamatan Arse, Saipar Dolok Hole, Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Ruas jalan yang dibuka tahun 2007 atau pada saat Gubernur masih dijabat Raja Inal Siregar ini akan dijadikan prioritas pembangunan Pemprovsu di Tahun Anggaran (TA) 2022. Jalan Provinsi ini banyak yang belum dibangun sama sekali dan konstruksinya masih tanah.

“Kemarin sudah ada peninjauan lapangan oleh Bappedasu dan Dinas Bina Marga Sumut. Mereka ajak saya untuk ikut mendampingi,” kata Bupati Tapsel periode 2010-2015 dan 2016-2021 Syahrul M. Pasaribu di Padangsidimpuan, Jum’at (2/7).

Ruas Jalan Provinsi penghubung Tapsel dengan Padanglawas Utara (Paluta) yang ditinjau pada Senin (28/6) itu panjangnya sekitar 51 kilometer. Tim sudah melihat titik mana saja yang akan diusulkan menjadi pritoritas pembangunan di TA 2022.

Turunnya tim meninjau ruas jalan ini, merupakan bagian dari tindaklanjut pembicaraan Syahrul Pasaribu dengan Kepala Bappeda Sumut Hasmirizal Lubis. Yakni pada saat keduanya didaulat menjadi narasumber Musrenbang RPJMD Tapsel di akhir bulan kemarin.

Pada tinjauan lapangan ini, Kepala Bappeda Sumut Hasmirizal Lubis diwakili Kabid Sarana Prasarana dan Kewilayahan Fuad Perkasa. Dia prihatin melihat kondisi jalan yang kesehariannya menjadi nadi utama trasportasi ribuan warga yang bermukim di sana.

“Sepanjang 8 kilometer konstruksinya masih tanah, rumput dan bebatuan. Padahal Jalan Provinsi. Kami sudah mencatat ini dan selanjutnya akan diajukan sebagai prioritas pembangunan di tahun depan,” katanya.

Senada dikatakan Roy Dapot Sianturi dan Ihsan Azhari yang juga tim dari Bappeda Sumut. Mereka kaget karena baru kali ini melihat ruas Jalan Provinsi yang kondisinya tidak jauh beda dengan Jalan Desa.

“Inilah tujuan kami turun kemari, meninjau kondisi sebenarnya ruas Jalan Provinsi yang melintasi banyak desa dan menghubungkan Tapsel dengan Paluta. Narasi lapangan akan kami susun dan ajukan ke pimpinan,” kata mereka.

Pada tinjauan lapangan ini, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Bambang Pardede diwakili Kepala UPT Padangsidimpuan Hasian Dasopang. Dia berharap rencana pembangunan ruas Jalan Provinsi ini berjalan sukses.

Bersama Fuad dari Bappedasu, Dasopang sepakat ruas Jalan Provinsi dari Simpang Tolang Tapsel sampai batas Paluta dijadikan prioritas pembangunan TA 2022 ditingkatkan minimal onderlagh termasuk juga peningkatan jalan dari Aek Sidogor sampai Simpang Tolang agar tranportasi warga yang bermukim di sana bisa lancar.

Ditanya kenapa membawa Syahrul M. Pasaribu mendampingi peninjauan lapangan ini ? Ternyata pimpinan mereka sengaja mengundangnya, karena butuh penjelasan dan pendampingan dari orang yang menguasai kondisi lapangan.

“Pak Syahrul Bupati Tapsel dua periode. Dari beliau, kami sering mendapat keluhan tentang ruas Jalan Provinsi di Arse, SDH dan Aek Bilah. Beliau benar-benar kuasai kondisi objektif di lapangan dan terus memperjuangkannya di tingkat provinsi,” katanya.

Selain 10 tahun memimpin Tapsel, Syahrul Pasaribu juga merupakan mitra strategis OPD Pemprovsu semasa tiga periode menjadi anggota DPRD Sumut. “Sebenarnya, beliau ini lebih lama berkiprah di level propinsi dibanding bupati Tapsel” ujar Fuad dari Bappedasu.

Apresiasi

Muhammad Rawi Ritonga Anggota DPRD Tapsel selaku putera daerah, mengapresiasi Pemprovsu yang akan memprioritaskan pembangunan jalan ini di TA 2022. Karena ribuan masyarakat di sepanjang 31 kilometer ruas Jalan Provinsi Sipagimbar SDH-Batas Paluta sangat mendambakan perhatian pembangunan jalan ini.

SYAHRUL Pasaribu bersama Afifi Lubis, Haris Lubis dan Riadil Lubis mewakili Pemprov Sumut pada tahun 2017 meninjau Jalan Provinsi penghubung Tapsel-Paluta. Waspada/Ist
SYAHRUL Pasaribu bersama Afifi Lubis, Haris Lubis dan Riadil Lubis mewakili Pemprov Sumut pada tahun 2017 meninjau Jalan Provinsi penghubung Tapsel-Paluta. Waspada/Ist

“Sejak dibuka, lebih kurang 8 kilometer ruas jalan ini dari Desa Tapus Godang ke batas Paluta tidak pernah dibangun. Hanya masyarakat yang gotongroyong memperbaikinya agar bisa dilintasi. Jika diakumulasi, swadayanya mencapai belasan milyar,” jelas Rawi.

Padahal wilayah ini kaya sumber daya alam seperti komoditi pertanian karet, kulit manis, coklat, padi dan juga ternak. Bahkan ada potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Siborpa yang menurut kajian bisa menghasilkan energi listrik 114 Mega Watt (MW).

“Kami masyarakat setempat berterimaksih atas kunjungan tim Pemprov Sumut dan sangat berharap Gubsu Edy Rahmayadi merealisasikan rencana program peningkatan jalan ini. Yakni dalam rangka mendorong perekonomian masyarakat agar lebih baik,” kata Rawi.

Senada dikatakan Abdul Basyit Dalimunthe, Anggota DPRD Tapsel yang juga ikut dalam tinjauan lapangan tersebut. Dia berharap hasil tinjauan lapangan ini segera terealisasi meskipun tahun depan kita belum tentu bebas dari kondisi Pandemi Covid-19

Syahrul M. Pasaribu dalam kesempatan yang sama mengapresiasi Pemprovsu yang masih memercayai dirinya dalam rangka kesuksesan rencana program pembangunan di Sumut, khususnya untuk wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Saat masih menjabat Bupati Tapsel, ada lima kali permohonan peningkatan ruas Jalan Provinsi ini kita ajukan ke pemerintah atasan di Pemprovsu. Bahkan tanggal 10 dan 11 Mei 2017 saya bersama Trio Lubis Pejabat Pemprovsu yakni Afifi Lubis Kepala Biro Pemerintahan Setdasu, Haris Lubis Kadis Bina Marga dan Riadil Lubis Kepala BPBD Sumut saat itu sudah melakukan peninjauan lapangan,” kata Syahrul.

Di Aek Bilah, pembangunan jalan ini sangat penting karena potensi ekonominya sangat besar. Antara lain PLTA Siborpa (Energy Baru Terbarukan) berkapasitas 114 MW yang saat ini dalam proses negosisasi PPA (Power Purchase Agreement/perjanjian jual beli daya tenaga listrik) antara pengembang dengan PLN.

“Karena itulah ruas Jalan Provinsi ini sangat perlu penanganan yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan,” jelas Syahrul M. Pasaribu. (a05)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.