Waspada
Waspada » Roby Siap Entaskan Kemiskinan Di Tapsel
Sumut

Roby Siap Entaskan Kemiskinan Di Tapsel

BAKAL calon Wakil Bupati Tapanuli Selatan No urut 1, Roby Agusman Harahap (kiri) memberi keterangan kepada wartawan usai debat andidat putaran kedua yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapsel di Hotel Arya Duta, Medan, Senin (30/11). Roby siap entaskan kemiskinan di Tapsel, yang kini makin mengkhawatirkan di Tapsel. Waspada/Partono Budy
BAKAL calon Wakil Bupati Tapanuli Selatan No urut 1, Roby Agusman Harahap (kiri) memberi keterangan kepada wartawan usai debat andidat putaran kedua yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapsel di Hotel Arya Duta, Medan, Senin (30/11). Roby siap entaskan kemiskinan di Tapsel, yang kini makin mengkhawatirkan di Tapsel. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Bakal calon Wakil Bupati Tapanuli Selatan No urut 1, Roby Agusman Harahap menegaskan, pihaknya siap entaskan angka kemiskinan yang kini makin mengkhawatirkan di Tapsel.

Jika diberi amanah memimpin Tapsel bersama pasangannya, Roby bersama balon bupati M Yusuf Siregar, siap entaskan kemiskinan di Tapsel melalui program prioritas yang menyentuh masyarakat.

“Warga di Tapsel yang hidup di garis kemiskinan kini jumlahnya sudah mencapai 9 persen, dan itu menurut kami sudah mengkhawatirkan,” kata Roby kepada wartawan, Senin (30/11).

Roby mengatakan hal itu usai melakukan debat andidat putaran kedua yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapsel di Hotel Arya Duta, Medan. Pada debat kali ini, Roby terlihat tidak didampingi pasangannya, balon bupati M Yusuf Siregar, dengan alasan sakit.

Lebih jauh dijelaskan, langkah-langkah pengentasan kemiskinan itu akan dilakukan melalui berbagai upaya, termasuk memprioritaskan program yang menyentuh masyarakat, yang dananya berasal dari APBD Tapsel.

“Kita akan lihat program mana yang menyentuh dan memberi manfaat kepada masyarakat, agar dirasakan langsung oleh mereka, terutama yang berada di daerah-daerah terpencil di Tapsel,” katanya.

Program prioritas yang disampaikan pasangan calon itu juga akan lebih dititikberatkan pada upaya membangkitkan ekonomi masyarakat, yang dewasa ini terganggu akibat pandemi Covid-19.
Roby juga menyinggung masalah bantuan Corporate Social Responsibilty (CSR) yang belum sepenuhnya diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat yang hidup di garis kemiskinan.

“Kita akan awasi bantuan CSR itu agar tepat sasaran dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.

Pihaknya bersama instansi terkait akan meng-updatw data terbaru untuk memilah orang yang layak menerima bantuan itu.

“Saat ini, masyarakat sedang ditimpa pandemi Covid-19, sehingga harus orang yang berkaitan langsung yang menerima bantuan ,” katanya.

Mengenai ketidakhadiran M Yusuf Siregar, Roby menyebut pasangannya itu sedang dalam kondisi tidak sehat. “Beliau kurang sehat, tapi kondisinya baik-baik saja,” kata Roby.

Menarik Perhatian Peserta

Sementara itu, politisi senior NasDem Nezar Djoeli memberikan apresiasi atas debat yang digelar KPU kemarin. Meski tak didampingi balon bupati M Yusuf karena sakit, debat tersebut menarik perhatian perserta.

Alasannya, penyampaian visi misi bupati dan wakilnya itu tepat sasaran. “Itu karena keduanya sangat menguasai dengan apa yang mereka telah buat untuk membangun Tapsel,” kata Nezar.

NasDem dan Hanura selaku partai pendukung pasangan M Yusuf Siregar dan Roby Agusman Harahap memberikan support kepada pasangan yang unggul dalam debat tersebut, meski salah seorang di antara mereka berhalangan hadir karena sakit.

“Visi dan misi mereka cukup kuat, karena mereka saling support, dan kebetulan Pak M Yusuf berhalangan hadir karena instruksi dokter yang tidak memperbolehkannya hadir, ” katanya.

Meski tanpa kehadiran Pak M Yusuf, visi dan misi mereka jelas dan faham dengan segala persoalan di Tapsel, sehingga dalam penyampaian debat itu, Roby sangat unggul dan menguasai masalah.

“Ini akan ditonton publik di Tapsel bahwa sosok yang diinginkan Tapsel, yakni calon yang memahami masalah,” katanya.

Menyinggung adanya pertanyaan dari paslon No 2 terkait kapasitas dirinya sewaktu di DPRD Sumut dulu, Nezar menyebutnya tendensius.

“Harusnya pertanyaan itu untuk membangun Tapsel bukan mencari sudut pandang kepemimpinan masa lalu,” sebutnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2