Ribuan Pengunjung Datangi Objek Wisata Aek Sijorni Tapsel

  • Bagikan

TAPSEL (Waspada): Ribuan pengunjung dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi datang ‘menyerbu’ objek wisata air Aek Sijorni di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayurmatiggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada H+2 hari raya Idul Fitri atau Rabu (4/5/2022).

“Hari ini mencapai 6.000 orang. Pada hari pertama dan kedua lebaran kemarin hampir dua kali lipat,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Tapsel Abdul Saftar Harahap ketika ditemui di lokasi objek wisata air Aek Sijorni.

Mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sayurmatinggi ini menambahkan, kondisi seperti itu sudah biasa terjadi pada saat libur hari besar keagamaan khususnya Idul Fitri. Dia dan anggotanya sudah bertugas di Aek Sijorni sejak hari pertama lebaran.

“Saya bersama anggota, personel Polres Tapsel, Kodim 0212/TS, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Dinas Kesehatan sudah terbiasa selesai shalat Idul Fitri langsung kerja seperti ini. Silaturahmi ke keluarga dan sahabat hanya malam hari, itupun jika terkejar,” terangnya.

Pantauan di lapangan, sejak pukul 08:30 warga dari berbagai daerah sudah datang dan mengantre masuk ke lokasi wisata lewat dua jembatan gantung (rambin) yang ada. Sementara satu jembatan kayu yang baru dibangun warga masih dilarang untuk dipakai.

Sangking banyaknya pengunjung, petugas Dinas Pariwisata dibantu Satpol PP dan personel Polres Tapsel memberlakukan sistem buka tutup untuk warga yang akan melintasi rambin. Sebab, rambin itu sudah tua dan dikhawatirkan tidak mampu memikul beban lebih.

Memasuki rambin pertama, beberapa warga memilih berbelok ke kiri melintasi jalan setapak mengitari Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Perikanan Tapsel. Katanya, lewat jalur ini tidak ada kutipan uang dari pemilik tanah.

Sebagian lagi, meskipun harus membayar, tetap memilih jalan rabat beton di sebelah kanan. Sebab, jarak tempuh ke objek wisata air terjun dan kolam pemandian itu lebih singkat dan tanpa harus mendaki.

Melewati rambin kedua, ada kutipan Rp3 ribu per orang sebelum loket pembelian tiket masuk objek wisata. Di sepanjang jalan rabat beton yang dilintasi, berjajar pedagang makanan dan oleh-oleh khas Tapsel.

Objek wisata di Aek Sijorni ada dua tempat. Pertama adalah lokasi yang untuk masuk harus beli tiket Rp30 ribu orang dewasa dan Rp15 ribu anak-anak. Lokasi yang menyediakan berbagai wahana dan fasilitas ini dikelilingi pagar kawat beduri dan tembok beton.

Objek kedua ada di atasnya. Hanya menyediakan tempat pemandian di parit besar yang airnya deras dan jernih. Sebelum ke lokasi ini ada kutipan-kutipan bagi orang yang melintasi tanah warga.

Pada umumnya, wisatawan lebih dominan masuk ke lokasi pertama meskipun harus bayar tiket lebih mahal dua kali dari hari biasa. Seratusan pondok lesehan tidak ada yang kosong, sehingga pengunjung duduk di tanah.

Selain mandi di air terjun dan kolam renang buatan, hampir semua pengunjung mengabadikan momen lewat foto selfi dan siaran langsung di media sosial.

Semua kalangan umur datang berwisata ke Aek Sijorni. Para pelayan sibuk melayani pesanan makanan dan minuman pengunjung. Bahkan saking sibuknya, mereka sampai lupa menyiapkan pesanan pelanggan.

“Siang ini omset warung kita saja sudah hampir Rp8 juta. Semalam sampai sore mencapai Rp12 juta,” kata pelayan salah satu warung di objek wisata itu.

Disebutkannya, warung mereka buka mulai pagi hingga menjelang malam. Bahkan saking padatnya pengunjung, mereka masih melayani pesanan hingga pukul 20:00.

Pelayan wanita itu memperkirakan, sejak hari H lebaran sampai H+2 jumlah pengunjung ke objek wisata Aek Sijorni sudah hampir 15 ribu orang. (a05)

Keterangan Gambar: Objek wisata Aek Sojorni ramai didatangi wisatawan dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi pada libur hari raya Idul Fitri. Diperkirakan, sampai dengan H+2 sudah mencapai 20 ribu orang. (Waspada/Sukri Falah Harahap)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *