Waspada
Waspada » Razia Lapas, Napi Miliki Senjata Tajam Dan Handphone
Sumut

Razia Lapas, Napi Miliki Senjata Tajam Dan Handphone

KALAPAS Kelas II Siborongborong, M Phitra Saragih (tengah) saat memberikan keterangan pers hasil razia gabungan. Razia Lapas, Napi Miliki Senjata Tajam Dan Handphone. Waspada/Horden Silalahi  
KALAPAS Kelas II Siborongborong, M Phitra Saragih (tengah) saat memberikan keterangan pers hasil razia gabungan. Razia Lapas, Napi Miliki Senjata Tajam Dan Handphone. Waspada/Horden Silalahi  

SIBORONGBORONG (Waspada) : Aparat gabungan Polsek Siborongborong, Koramil 018/Siborongborong dan petugas Lapas (lembaga pemasyarakatan) Kelas II B Siborongborong, Kab. Tapanuli Utara, menemukan sejumlah senjata tajam rakitan dari para Narapida (Napi) di Lapas Siborongborong.

Selain senjata tajam, sejumlah handphone jenis android juga berhasil ditemukan dari Napi pada saat razia gabungan yang dilaksanakan, Selasa (6/4) sekitar pukul 19:00 WIB.

“Senjata tajam rakitan tersebut mereka buat dari hasil modifikasi sendok dan sikat gigi. Saat tadi kita tanya kepada pemiliknya tadi, katanya itu tujuannya untuk pengamanan diri,” ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Siborongborong, M Phitra Saragih kepada Waspada.id, usai razia, didampingi Kapolsek Siborongborong AKP Bonar Silalahi serta Danramil 018 Siborongborong Kapt. Guntur Sebayang.

Dijelaskan, bahwa sejumlah Napi, diduga sengaja membuat senjata tajam rakitan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat membahayakan dirinya dari perselisihan-perselisihan antar sesama Napi.

”Jadi, ke depan kita akan semakin intensifkan pemeriksaan rutin petugas jaga kita pada setiap sel tahanan. Sebab, keberadaan senjata tajam itu sangat membahayakan. Baik terhadap sesama warga binaan kita, maupun kepada petugas Lapas,” imbuhnya.

Terkait temuan handphone pada sejumlah Napi, M Phitra mengatakan, bahwa dirinya menduga kuat adanya kerjasama antar oknum petugas Lapas dengan para Napi.

”Tidak mungkin handphone yang dimiliki Napi itu datangnya karena jatuh dari langit. Kita menduga kuat itu hasil dari kerjasama antara oknum petugas kita dengan Napi. Jadi, nanti akan kita lakukan pemeriksaan dan pembinaan terhadap petugas kita,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pembinaan Narapida Anak Didik dan Kegiatan Kerja (binadik dan giatja) Lapas Siborongborong, Serasi SH didampingi Kepala Pengamanan LP Siborongborong, Ucok P Sinabang mengatakan, bahwa pihaknya akan mengoptimalkan pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap para tamu Napi maupun para Napi.

”Atas apa yang dijelaskan oleh Pak Kalapas tadi, memang saat ini kita sangat membutuhkan sarana dan prasarana pendukung pemeriksaan seperti deteksi x-ray untuk badan dan barang. Namun demikian, pembinaan petugas jaga dan pemeriksaan setiap tamu akan semakin kita perketat lagi,” ujar Ucok.

Sedangkan Serasi SH mengatakan, bahwa saat ini, Napi penghuni Lapas Siborongborong sudah sangat over kapasitas.

”Saat ini jumlah Napi di Lapas Siborongborong 635 orang. Padahal, seharusnya kapasitasnya itu hanya 221 orang. Sedangkan petugas jaga kita jumlahnya sangat minim. Jadi, dampak minimnya petugas kita inilah yang dimanfaatkan warga binaan kita untuk memiliki barang-barang terlarang tadi,” katanya.(a08)

Baca juga:

Personel Lapas Dan Sat Narkoba Razia LP Kelas IIA Rantauprapat

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2