Waspada
Waspada » Ratusan Rumah Di Labura Diterjang Banjir Bandang
Sumut

Ratusan Rumah Di Labura Diterjang Banjir Bandang

KONDISI rumah Warga yang rata dengan tanah. Waspada/Ist
KONDISI rumah Warga yang rata dengan tanah. Waspada/Ist

Informasi diterima Waspada, Minggu (29/12) selain rumah warga, banjir juga memutus 2 jembatan, tanah longsor sepanjang 100 meter di badan jalan menuju Desa Pematang dan memutuskan 1 jembatan di Desa Hatapang.

Jumlah rumah yang rata dengan tanah di Desa Pematang sebanyak 9 unit, rusak berat/ringan sebanyak 17 unit. Desa Hatapang, jumlah rumah yang hilang sebanyak 5 unit dan rusak sebanyak 20-an rumah.

Camat NA IX-X Jhon Ferry saat dihubungi Waspada menyebutkan, 3 dusun diterjang banjir bandang yang terletak dalam dua desa yakni Pematang dan Hatapang. Selain memutus akses badan jalan akibat longsor sepanjang 100 meter.

“Saat ini kondisi air sudah surut, rumah yang hilang sebanyak 14 unit dan puluhan rumah kondisi rusak berat dan ringan. Bantuan dari BPBD dan Dinas Sosial Kab. Labura sudah turun ke lokasi termasuk menurunkan 1 unit alat berat berupa beco”, katanya.

Saat ditanya penyebab banjir bandang, Jhon Ferry tidak bisa menjawab. “Yang jelas kejadian ini musibah bencana alam dan berharap masyarakat untuk bersabar. Bupati Labura baru saja ke lokasi Desa Pematang, sekarang beliau bergerak ke Desa Hatapang”, ungkapnya.

Kemudian Jhon Ferry menjelaskan, untuk sementara korban jiwa di Desa Hatapang belum mendapat laporan. Tapi di Desa Pematang satu keluarga berjumlah 5 orang hingga saat ini belum kelihatan.

“Banjir bandang terjadi Sabtu (28/12) malam sekitar pukul 22.30 hingga 23.30 Wib. Sisa banjir bandang setelah air surut terlihat material berupa kayu gelondongan dan batu. Masyarakat dekat sungai untuk sementara tidak boleh menempati rumahnya guna mengantisipasi banjir susulan”, imbuh Jhon Ferry.

Kepala Desa Hatapang H. Sihombing menjelaskan, ada ratusan rumah terkena banjir bandang, 12 rumah rusak parah dan 3 rata degan tanah.

Imran seorang warga setempat mengatakan, datangnya banjir bandar seperti suara gemuruh dan warga panik berhamburan serta kayu gelondongan menghantam rumah.

“Pemicu penyebab banjir diduga adanya perusahaan kayu bulat beroperasi di atas bukit barisan. Banjir juga merusak fasilitas umum Kantor Pustu Kesehatan dan kayu gelondongan menutupi badan jalan sehingga harus berjalan kaki keluar kampung”, katanya. (crs)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2