Waspada
Waspada » Ratusan Petani DS Nginap Di Posko COVID-19 Sergai
Headlines Sumut

Ratusan Petani DS Nginap Di Posko COVID-19 Sergai

Ratusan petani asal DS nginap di Posko COVID-19 Sergai. Sebagian peserta jalan kaki menuju istana Negara yang bermalam di Posko COVID-19 Sergai , Jumat (26/6) malam. Waspada/Edi Saputra
Ratusan petani asal DS nginap di Posko COVID-19 Sergai. Sebagian peserta jalan kaki menuju istana Negara yang bermalam di Posko COVID-19 Sergai , Jumat (26/6) malam. Waspada/Edi Saputra

SEIRAMPAH (Waspada): Di tengah masa pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) ratusan petani DS  nginap di Posko COVID-19 Sergai.

Petani asal Kabupaten Deliserdang (DS) yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) diizinkan bermalam (nginap) di posko COVID-19 Kab. Serdangbedagai (Sergai) yang juga rumah dinas Bupati Sergai di Jl. Negara No.300 Sei Rampah, Jumat (26/6) malam.

Ratusan petani DS tengah melaksanakan aksi jalan kaki menuju Istana Negara untuk menemui Presiden RI, Joko Widodo guna menyampaikan aspirasi mereka.

Ratusan petani asal DS nginap di Posko COVID-19 Sergai. Sebagian peserta jalan kaki menuju istana Negara yang bermalam di Posko COVID-19 Sergai , Jumat (26/6) malam. Waspada/Edi Saputra
Ratusan petani asal DS nginap di Posko COVID-19 Sergai. Sebagian peserta jalan kaki menuju istana Negara yang bermalam di Posko COVID-19 Sergai , Jumat (26/6) malam. Waspada/Edi Saputra

Sekretaris STMB, Imam Wahyudi kepada Waspada menuturkan, aksi jalan kaki menuju ke Istana Negara untuk menuntut keadilan atas penggusuran secara paksa oleh PTPN2 di lahan seluas 323,5 hektar yang telah mereka olah sejak tahun 1952.

Di atas lahan dimaksud, mereka olah dengan tanaman ubi kayu, ubi jalar, pisang, pepaya, jagung serta jenis tanaman lainnya yang mendukung ketahanan pangan.

“Padahal di lahan tersebut telah terbit sekitar 36 Sertifikat Hak Milik (SHM) bahkan dari 36 sertifikat tersebut ada yang telah dipecah menjadi 19 persil (kapling) perumahan, saat ini kami sudah tidak punya tempat tinggal lagi sehingga kesulitan terlebih dalam situasi COVID-19 ini,” sebut Wahyudi.

Koordinator Aksi Jalan Kaki Menuju Istana Negara, Sulaeman Wardana menambahkan, luas areal konflik antara petani SPSB dengan pihak PTPN2 sekitar 854 hektar.

Aksi jalan kaki ini guna mengadukan nasib para petani yang saat ini sedang ditindas pihak PTPN2 kepada Presiden RI Ir H Joko Widodo dengan harapan agar negara hadir dan melalui tangan  Jokowi maka konflik agraria yang mereka alami bisa segera terselesaikan, tambah Sulaeman.

Keduanya berterima kasih kepada Pemkab Sergai yang telah memberikan tempat untuk menginap serta bantuan makan malam, keduanya pun menyatakan akan menyinggahi setiap Kabupaten/Kota yang mereka lalui.

Abaikan Protokol Kesehatan

Pantauan Waspada, dari ratusan petani tersebut masih banyak yang terlihat mengabaikan protokol kesehatan COVID-19 dari yang tidak mengenakan masker hingga tidak menjaga jarak fisik (physical distancing).

Tanggapan beragampun muncul dari kalangan masyarakat Sergai terkait kebijakan diperbolehkannya ratusan petani DS, di tengah pandemi COVID-19, bermalam di Posko COVID-19 Sergai.

Tidak sedikit warga yang menyayangkan hal tersebut, terlebih di tengah situasi pandemi COVID-19 dan Sergai yang telah masuk zona merah, namun ada juga yang mendukung dengan alasan kemanusiaan.

Di satu sisi Tim Gugus Tugas (Gustu) Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Kab. Sergai tengah gencar-gencarnya menekan penyebaran COVID-19 di Tanah Bertuah Negeri Beradat, sebaliknya ratusan petani DS yang juga berasal dari zona merah malah berjubel nginap di Posko COVID-19 Sergai. (a15/C)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2