Breaking News
Memuat breaking news...

Ratusan Penumpang Umrah Antre Panjang Di KNIA

Redaksi
Redaksi
Senin, 19 September 2022 - 1.17 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

DELISERDANG (Waspada): Ratusan penumpang umrah dari sejumlah agen travel antre panjang saat memasuki pemeriksaan mesin X-ray menuju kounter Imigrasi di terminal keberangkatan Kualanamu International Airport (KNIA), Senin (19/9 sekira pukul 09:30.
Pantauan Waspada, ratusan penumpang umrah yang antre tidak hanya berasal dari jamaah Sumatera Utara, namun juga berasal dari provinsi lain seperti, Riau, Padang dan Jambi. Para penumpang ini didominasi usia lanjut.
Sejumlah petugas pengamanan dibantu maskapai sibuk membantu jamaah agar proses antre berjalan lancar. Dan tidak ada keterlambatan dalam proses keberangkatan.
Proses pemeriksaan barang bawaan penumpang tetap dilakukan dan diawasi petugas. Kendati antrean terjadi hingga ratusan meter, namun penumpang umrah tetap terlayani dengan baik.
“Alhamdulilah, semua jamaah berangkat, walau antre panjang,” ucap Abdullah, salahseorang jamaah.Sejak dibuka perdana rute penerbangaan internasinal khususnya umrah di masa pandemi Covid-19 oleh Wagubsu H Musa Rajekshah, beberapa waktu lalu, jamaah umrah dari berbagai provinsi sangat antusias.
Humas PT Angkasa Pura Aviasi (AVI) Mulia Rahman yang dikonfirmasi Waspada membenarkan penumpang umrah sangat antusias. Tentu lanjut Mulia, dengan ramainya penumpang khususnya umrah pelayanan juga dimaksimalkan.
Mulia tetap mengingatkan kepada pengelola umrah atau travel perjalanan berkordinasi dengan pihak PT AVI, agar pelayanan para tamu Allah itu terlayani dengan baik dari KNIA. (a13/C)

Antrean panjang penumpang umrah saat memasuki area pemeriksaan X-Ray menuju kounter Imigrasi di KNIA.Waspada/Irianto

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement