Ratusan Massa Buruh Dan Mahasiswa Palas Tolak UU Cipta Kerja

Ratusan Massa Buruh Dan Mahasiswa Palas Tolak UU Cipta Kerja

  • Bagikan
Mmassa solidaritas FSPMI menggelar aksi di kantor Bupati dan Kejari Padanglawas, Senin (2/11). Ratusan massa buruh dan mahasiswa Palas tolak UU Cipta Kerja. Waspada/Idaham Butar-Butar
Mmassa solidaritas FSPMI menggelar aksi di kantor Bupati dan Kejari Padanglawas, Senin (2/11). Ratusan massa buruh dan mahasiswa Palas tolak UU Cipta Kerja. Waspada/Idaham Butar-Butar

SIBUHUAN (Waspada): Ratusan massa yang terdiri dari buruh dan mahasiswa di Kabupaten Padanglawas (Palas) melakukan aksi unjuk rasa tolak Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Pantauan Waspada.id, Senin (2/11), ratusan massa dari Solidaritas Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bersama mahasiswa peduli buruh melakukan aksi ke kantor Bupati Palas di komplek SKPD terpadu Sigala-gala.

Dalam aksi itu massa membawa berbagai poster dan spanduk dengan tegas menolak pemberlakuan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang diduga merugikan rakyat Indonesia.

Peserta aksi unjuk rasa dengan tegas menyampaikan penolakan disahkannya Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, kata Muhammad Amaluddin Siregar salah seorang koordinator aksi.

Amaluddin menilai Undang-Undang Cipta Kerja akan merugikan para pekerja dan menguntungkan bagi koorporasi pemilik modal.

Selain itu massa buruh juga meminta pemerintah untuk menaikkan upah minimum kabupaten tahun 2021.

Buruh dan pekerja hari ini sangat tersiksa, kami minta pemerintah untuk menaikkan upah minimum kabupaten, tegas Amaluddin.

Sementara menyahuti aksi tersebut, Agus Saleh Syahputra Daulay, SH, MH, Kabag Hukum Pemkab Palas mengatakan akan menyampaikan aspirasi para buruh ke pimpinan.

Sebelum melakukan aksi di depan kantor SKPD Terpadu, ratusan massa buruh dan mahasiswa ini juga sudah melakukan aksi ke kantor Kejari dan Polres Padanglawas.(a30/B)

 

  • Bagikan