Ratusan Juta Dana Desa Aek Lancat Diduga Tidak Jelas Pemanfaatannya - Waspada

Ratusan Juta Dana Desa Aek Lancat Diduga Tidak Jelas Pemanfaatannya

  • Bagikan
Ketua BPD Desa Aek Lancat Kec. Lubuk Barumun, Asra Mulia Daulay. Waspada/Ist
Ketua BPD Desa Aek Lancat Kec. Lubuk Barumun, Asra Mulia Daulay. Waspada/Ist

 

LUBUK BARUMUN (Waspada): Ratusan juta rupiah Dana Desa Aek Lancat Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padanglawas (Palas) diduga tidak jelas pemanfaatannya sejak beberapa tahun belakangan.

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Aek Lancat Asra Mulia Daulay kepada waspada.id, Sabtu (31/7), menyebutkan, sejak tahun 2019 saat musyawarah dan evaluasi realisasi anggaran Dana Desa Aek Lancat terdapat anggaran sebesar Rp261 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Tetapi oknum Kades AP dalam pertemuan itu mengatakan bahwa uang sejumlah Rp261 juta itu dipakai Dinas Pemdes.

Namun saat dikonfrontir kepada Kadis Pemdes apakah uang Rp261 juta dipakai Pemdes dari Dana Desa Aek Lancat, Kadis Pemdes saat itu Hamzah Hasibuan membantah, tegas Asra.

Selain uang Rp261 juta, kata Asra, ada beberapa item anggaran pada tahun 2019 juga tidak jelas penggunaannya.

Diantaranya termasuk bidang pembangunan desa, pemeliharaan jembatan desa Rp21 juta lebih, pembuatan (pemutakhiran) peta wilayah desa Rp13 juta, pemeliharaan sumber air bersih Rp34 juta.

Juga rehab peningkatan sanitasi pemukiman sebesar Rp4 juta lebiih, pemeliharaan sanitasi pemukiman Rp60 juta, dan kegiatan penyalahgunaan narkoba Rp33 juta.

Kemudian bidang pemberdayaan masyarakat juga ada yang tidak jelas penggunaan anggarannya, seperti bantuan insentf bidang pendidikan Rp12 juta, kegiatan bidang pendidikan dan kebudayaan Rp23 juta.

Begitu juga di tahun 2020, seperti pengadaan mesin fogging Rp5 juta tidak ada, pengadaan mesin pompa kebakaran Rp13 juta juga tidak ada, serta biaya pelaksanaan PHBN dan PHBI di desa sebesar Rp14 juta.

Bahkan kata Asra, selain item anggaran 2019 dan 2020 tersebut, tahun 2018 juga masih banyak anggaran yang tidak jelas penggunaannya. Seperti pengadaan mesin las, mesin jahit serta insentif guru madrasah.

Melihat dugaan penyalahgunaan Dana Desa itu, kata Asra, dalam waktu dekat pihaknya akan menyampaikan hal ini ke pemerintah kecamatan dan pihak yang berwenang atau penegak hukum.

Namun ia meminta agar persoalan anggaran Dana Desa yang tidak jelas penggunaannya apalagi sampai fiktif, lebih baik diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk diaudit.

Di tempat terpisah, Ali Akbar Sadli Dalimunthe, Kasi Tata Pemerintahan Kantor Camat Lubuk Barumun ketika diminta tanggapannya terkait banyaknya dugaan anggaran Dana Desa Aek Lancat yang tidak jelas penggunaannya, ia mengaku sudah mendengar hal itu dari beberapa warga desa Aek Lancat.

Dalam waktu dekat akan ditindak lanjuti, bila perlu akan kita minta inspektorat melakukan audit secara menyeluruh, agar hak masyarakat melalui Dana Desa bisa terealisasi sesuai pemanfaatannya, kata Sadly. (a30/B)

 

  • Bagikan