GUNUNGSITOLI (Waspada): Penyakit rabies beberapa bulan terakhir semakin meningkat di wilayah Kota Gunungsitoli. Bahkan satu orang dilaporkan meninggal dunia karena gejala rabies saat menjalani perawatan di RSU dr. M Thomsen Nias, Kamis (28/9) lalu.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, seorang pasien dengan gejala penyakit rabies yang dirujuk ke RSUD dr. M.Thomsen Nias bernama Kelvin Damai Mendrofa, 8, warga Desa Gawu Gawu Bo’uso, Kecamatan Gunungsitoli Utara akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan sekira satu jam di rumah sakit tersebut.
Video pasien diduga terjangkit rabies tersebut sempat beredar di sejumlah Group WhatsApp di Kota Gunungsitoli saat menjalani perawatan medis. Dalam video yang beredar tersebut terlihat pasien sangat menderita dan sulit untuk bernafas.
Kabid Pelayanan RSU dr. M. Thomsen Nias, dr. Hotman Purba yang dikonfirmasi Waspada, Jumat (29/9) membenarkan adanya pasien yang dirujuk ke RSUD M. Thomsen Nias dengan gejala penyakit rabies akhirnya meninggal dunia setelah kurang lebih satu jam menjalani perawatan.
Menurut Hotman Purba, pasien yang masih bocah tersebut mengalami gejala seperti air ludah keluar terus menerus, takut terhadap air dan angin.
Sementara Kadis Kesehatan Kota Gunungsitoli, Wilser J. Napitupulu yang dikonfirmasi mengaku sudah mendapat informasi adanya pasien diduga terjangkit rabies yang dirujuk ke RSUD M. Thomsen Nias.
Namun Wilser J. Napitupulu belum mengetahui pasti pasien tersebut rujukan dari Puskesmas mana di Kota Gunungsitoli. “Terkait informasi ini, kami sudah tugaskan tim untuk melakukan penelusuran di lapangan,” ungkap Wilser.
Masih menurut Wilser, terkait meningkatnya kasus rabies di Kota Gunungsitoli, pada Agustus 2023 lalu sudah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Gunungsitoli tentang kewaspadaan terhadap Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR).
Pemerintah Kota Gunungsitoli memberikan himbauan agar masyarakat waspada terhadap penyakit rabies serta pemilik hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera untuk melakukan vaksin melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Kota Gunungsitoli.(a26)