Puluhan Tahun Jembatan Purwosari - Bandar Tongah Dibiarkan Rusak

Puluhan Tahun Jembatan Purwosari – Bandar Tongah Dibiarkan Rusak

  • Bagikan

SIMALUNGUN (Waspada): Meskipun Indonesia sudah 76 tahun merdeka, namun kenyataannya masih banyak warga yang belum menikmati hasil dari kemerdekaan tersebut. Keadaan ini sepertinya sangat dirasakan warga Desa (Nagori) Purwosari Kec. Pematangbandar dan warga Desa Bandar Tongah, Kec. Bandar Huluan, Kab. Simalungun.

Sudah puluhan tahun lamanya akses transportasi antar kedua desa bertetangga itu tidak ‘merdeka’ alias putus total akibat rusaknya jembatan penghubung kedua daerah itu. Saat ini, setelah rusak diterjang banjir puluhan tahun silam, jembatan penghubung diatas Sungai Bah Pamujian itu, tinggal hanya sebatang kelapa dan sebatang bambu.

Walau kondisinya cukup memprihatinkan, masyarakat dan anak-anak sekolah dalam aktivitas kesehariannya masih banyak yang menggunakannya sebagai tempat penyeberangan. Hal ini mengingat jika melintas dari jalan lain harus menempuh jalan lebih dari 5 kilometer. Sedangkan jika melintas dari jembatan itu hanya membutuhkan waktu 5 menit.

Pengamatan Waspada.id, di lapangan, Selasa (16/11/2021), jembatan batang kelapa itu praktis tidak dapat dilalui kenderaan roda dua (sepeda motor). Namun bagi warga setempat, meski dengan risiko tinggi masih ada yang berani melintasinya. Sedang panjangnya diperkirakan sepanjang 10 – 15 meter.

“Masih ada anak sekolah SMK yang berani melintas walau dengan cara merangkak,” sebut salah seorang warga. 

Padahal, lanjut warga itu, jika mereka tergelincir dipastikan pakaian akan basah kuyup dan yang paling dikhawatirkan bisa hanyut dan tenggelam karena air sungai di bawah jembatan itu lumayan deras dan dalam.

Warga setempat menyebutkan kondisi jembatan rusak tersebut sudah cukup lama, bahkan sudah puluhan tahun, sudah 5 kali pergantian kepala daerah, namun jembatan tak kunjung dibangun.

Usman Damanik salah seorang warga Nagori Bandar Tongah menunjukkan jembatan penghubung Nagori Puwosari – Nagori Bandar Tongah di atas  Sungai Bah Pamujian yang dibiarkan rusak sudah puluhan tahun lamanya.(Waspada/Hasuna Damanik)

Usman Damanik warga Bandar Tongah kepada Waspada, mengatakan kondisi jembatan sangat memprihatinkan. Seyogianya, jembatan itu sudah putus total sejak puluhan tahun silam akibat diterjang banjir. Namun, agar akses hubungan antar dua nagori tidak putus total, warga bergotong royong membuat titi batang kelapa. Tetapi tidak berlangsung lama, sebab titi kelapa itu kembali dihanyutkan banjir. Hingga kondisi saat ini titinya tinggal sebatang pohon kelapa, ujar Usman.

Warga sangat mengharapkan Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga segera turun tangan memperbaiki jembatan dimaksud agar hubungan transportasi Nagori Purwosari dan Nagori Bandar Tongah lancar kembali.

“Kalau soal lamanya, sudah cukup lama tidak diperbaiki. Sudah lima periode pergantian bupati, jembatan ini belum juga diperbaiki. Karenanya kami meminta pak bupati Radiapoh turun langsung menyahuti aspirasi masyarakat,” beber Usman.

Sementara, Pangulu Nagori (Kepdes) Bandar Tongah, Nasarudin Damanik dan Pangulu Purwosari, Naspianto, saat dihubungi terpisah membenarkan jembatan penghubung antara kedua nagori itu dalam kondisi memprihatinkan.

Nasarudin mengatakan, pemerintah dan masyarakat kedua nagori sudah berulangkali mengusulkan baik melalui Musrenbang maupun secara langsung kepada Camat dan Bupati untuk perbaikan jembatan dimaksud, namun hingga kini belum juga terealisasi.

“Mudah-mudahan dimasa periode pak bupati Radiapoh jembatan penghubung antara Nagori Purwosari dengan Nagori Bandar Tongah ini perbaikannya dapat terwujud,” kata Damanik.

Sedangkan Pangulu Purwosari Naspianto mengungkapkan dia tidak tau persis kapan rusaknya atau hanyutnya jembatan itu. “Seingat saya, sejak saya masih kecil jembatan ini sudah rusak,” ujarnya.

Sama dengan yang lainnya, dia bersama warganya sangat mengharapkan adanya perbaikan jembatan itu agar akses perekonomian kedua nagori berlangsung lebih baik dan lebih meningkat, tambah Naapianto.(a27).

  • Bagikan