Waspada
Waspada » PTPN II Lakukan Penyisipan Pohon Sawit Mati
Sumut

PTPN II Lakukan Penyisipan Pohon Sawit Mati

Pihak PTPN II saat proses penyisipan atau penanaman ulang pohon sawit. (Waspada/Edward Limbong).

DELISERDANG (Waspada): Pasca pemberitaan ribuan tanaman sawit milik PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) di Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang mati.

Pihak PTPN II pun melakukan penyisipan, namun ketika dipertanyakan berapa anggaran yang dialokasikan untuk penyisipan atau tanam ulang pada tanaman sawit yang mati dan anggaran sebelumnya digunakan untuk tanaman sawit muda itu, Humas PTPN II tidak mengetahui dan terkesan irit bicara.

Pantauan Waspada Jumat (13/11) di lokasi, tampak para karyawan PTPN II mulai melakukan penyisipan di tempat tempat tanaman sawit muda yang telah mati.

Tidak itu saja karyawan juga melakukan penyemprotan di Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang.

Saat itu juga tampak hadir melihat proses penyisipan pohon sawit itu Humas PTPN II Sutan Panjaitan dan Askep  Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau.

Humas PTPN II Sutan Panjaitan ketika wartawan mencoba konfirmasi terkait proses penyisipan sawit tersebut terkesan menghindar.

Bahkan beberapa kali dilayangkan pertanyaan termasuk berapa biaya anggaran yang dialokasikan untuk penyisipan dan anggaran sebelumnya digunakan untuk tanaman sawit muda itu, Sutan memilih menjawab tidak tahu.” Gak tau,” ucap Sutan Panjaitan singkat.

Sedangkan Askep Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau B. Sihotang mengakui, bahwasanya untuk hari ini Jumat (13/11) estimasi yang akan dilakukan penyisipan tanaman pohon sawit sebanyak 200 pohon dan penyisipan akan terus berlanjut. “Estimasi 200 pohon,” tandasnya.

Sementara sebelumnya Asisten Tanaman Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau PTPN II, R. Silalahi kepada wartawan di lokasi areal tanaman muda, Selasa (10/11) mengakui adanya ribuan pohon sawit mati diantaranya karena kurang perawatan.

“Penyebab matinya, mungkin bisa saja mungkin kurang pas rotasi perawatan atau bagaimana hingga ada yang kerdil dan ada juga yang dimakan tikus,” ujar R. Silalahi.

R. Silalahi menyebutkan, dirinya baru saja menjabat sebagai Asisten Tanaman Afdeling III Penara pada Januari 2020 ini dan untuk tanaman sawit itu sudah dilakukan sejak tahun 2018.

Dengan luas berjumlah kurang lebih 114,25 hektar lokasi Afdeling III Penara, Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau. (a16).

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2