Proyek Pembangunan Binanga Silubung Diduga Gunakan Batu Sungai Untuk Bronjong

  • Bagikan
Pekerjaan pembangunan Bronjong Binanga Silubung, diduga menggunakan bahan bangunan tidak sesuai spesifikasi. (Waspada/IST)
Pekerjaan pembangunan Bronjong Binanga Silubung, diduga menggunakan bahan bangunan tidak sesuai spesifikasi. (Waspada/IST)

SAMOSIR (Waspada) : Proyek Binanga Silubung di Kecamatan Palipi diduga gunakan material batu sungai untuk pembangunan Bronjong. Beberapa warga sekitaran Binanga Silubung mendatangi PLSFK Forkum Graceindo Samosir untuk mengutarakan apa yang mereka lihat tentang pembangunan itu.

Ketua PLSFK Forkum Graceindo Kabupaten Samosir Manawar Rumapea, Jumat (5/11) mengatakan bahwa penanggulangan rusak pantai dan sungai Binanga Silubung dengan sumber Dana APBN TA 2021.

Sebelum proses pengerjaan sekitaran alur sungai dipadati batu padas yang menimbun dan setelah pekerjaan ini batu padas yang berada di alur sungai habis, apalagi sekitar area pekerjaan bronjongan Binanga, dan ini jumlah kubikasinya cukup besar dan kita bersedia mengganti biaya pembongkaran untuk menyaksikan kebenaran batu ini dipakai untuk bronjongan, ucap warga dengan nada kesal kepada Ketua PLSF Graceindo Samosir.

Manawar Rumapea Ketua PLSF Graceindo Samosir dan selaku anggota TKPSDA WS Singkil Aceh menyebutkan hal ini sudah dibuat surat kepada BWS SUMUT II tentang pembangunan Binanga Silubung karena teknisnya tidak sesuai dengan dokumen lelang seperti material, dimungkinkan tidak memiliki uji laboratorium seperti pasir dan batu coran apalagi lemahnya pengawasan di lapangan oleh pihak BWS Sumut II.

“Sampai sekarang mereka belum menjawab surat FLSFK FORKUM Graceindo tersebut dan terkait batu padas yang sudah habis disekitaran aliran sungai kita sudah konfimasi kepada PPK kegiatan ini dengan jawaban mereka akan mengumpulkan kuitansi belanja batu padas untuk bronjongan dan jawaban ini kita tanda tanya atas kwitansi tersebut,” ujarya .

FLSFK FORKUM Graceindo Samosir berjanji pada mereka selaku anggota TKPSD WS Singkil Aceh akan melaporkan kepada Kemen PUPR cq Dirjen SDA dan Biro Hukum Kemen PUPR terkait empat titik pembangunan penanggulan rusak pantai dan sungai di Kabupaten Samosir dan juga terkait adanya korban karena lalainya pengawasan pihak BWS Sumut

Terpisah PPK BWS Sumut II Yudha Siagian dikonfirmasi mengatakan, proyek Binanga Silubung tidak menggunakan batu dari sungai sehingga kalau belum di uji laboratorium maka tidak bisa keluar job mix.

Pekerja yang meninggal beberapa waktu lalu sudah diberikan santunan dan sudah dilapor ke Dinas Ketenagakerjaan dan juga ditangani oleh Polres Samosir, tambahnya.

“Kalau pekerja, kita setiap pagi sudah bilang agar menggunakan APD, terkadang pada saat bekerja mereka sendiri yang melepasnya, akan kita ingatkan terus agar selalu dipakai,” ujar Yudha Siagian.

Sementara itu rekanan kegiatan, Parman Sitanggang, mengatakan bahan yang dipergunakan untuk keperluan pembangunan Bronjong Binanga Silubung dibeli dari Kabupaten Dairi. “Jadi tidak benar itu apa yang disampaikan oknum LSM itu,” ujarnya.(cts)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *