Prof Hasan Bakti Nasution: Takdir Bukan Nasib

  • Bagikan
Prof Hasan Bakti Nasution: Takdir Bukan Nasib
Ketua Komisi Pendidikan MUI Sumut Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution MA memberikan ceramah pada penyambutan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H di Masjid Agung Al Abror P.Sidimpuan, Rabu (19/7).Waspada/Mohot Lubis

P. SIDIMPUAN (Waspada) : Ketua Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MUI Sumut) Prof.Dr.H.Hasan Bakti Nasution MA mengatakan bahwa takdir bukanlah nasib melainkan sebab akibat atas apa yang telah dilakukan.

“Takdir Itu Bukan Nasib, tapi sebab akibat. Kalau kau tidak merubah pola hidupmu, maka kau seperti itu,” kata Prof.Dr.H.Hasan Bakti Nasution MA dalam ceramahnya pada penyambutan Tahun Baru Islam 1445 H yang digelar MUI P.Sidimpuan di Masjid Agung Al-Abror, P.Sidimpuan, Rabu (17/7).

Penyambutan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H yang diwarnai dengan zikir dan tabligh akbar dihadiri Wali Kota P.Sidimpuan Irsan Efendi Nasution bersama unsur Forkopimda, Ketua MUI P.Sidimpuan ustadz Drs. Zulpan Efendi Hasibuan MA serta umat islam dari berbagai kalangan.

Prof Hasan Bakti Nasution menjelaskan bahwa makna yang terkandung dalam hijriah bukan hanya sebatas berpindah dari suatu tempat ketempat lain, tapi dimaknai secara luas secara luas untuk meningkatkan keimanan dan mencapai keberhasilan dalam menjalani hidup.

Dijelaskan, .sesuai dengan ajaran agama Islam sebagaimana terkandung dalam Alquran pada Surat Ar-Rad ayat 11 ditegaskan bahwa Allah SWT bahkan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika bukan kaum tersebut yang mengubahnya.

Atas dasar hal ini, Prof menegaskan bahwa takdir Itu bukan nasib, tapi sebab akibat sambil menggambarkan lampu teplok.”Lampu teplok itu pakai minyak dan bisa diperkirakan hanya tahun satu malam, jika minyaknya tidak ditambah,” tuturnya.

Kuasai Ekonomi

Prof.Hasan Bakti Nasution mengungkapkan bahwa umat Islam harus mampu menguasai perekonomian karena ekonomi sangat berpengaruh terhadap berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam bidang politik.

“Secara ekonomi kita mundur, harga karet 6 ribu per kg, harga sawit dibawah 2 ribu per kg.Di Thailand sawit sekira 5 ribu dan karet 20 ribu.Dalam bidang politik juga terjadi kemunduran,” Jelas Prof Hasan Bakti.

Menurutnya, orang yang dapat menguasai politik adalah orang yang mampu atau dapat menguasai ekonomi.”Kita harus positif mencermati politik agar terpilih orang orang yang peduli terhadap islam,” katanya.

Mengingat pentingnya menguasai ekonomi untuk kemajuan umat Islam, Prof Hasan Bakti memberikan gambaran perkembangan Islam di eropa yang didasari kemampuan mereka dalam menguasai ekonomi.

“Di Australia itu, Islam berkembang karena islam menguasai ekonomi. Nabi mengatakan dari 9 pintu rejeki, salah satunya ekonomi dan dagang,” ungkapnya.

Terkait dengan politik, Prof Hasan Bakti menegaskan bahwa umat Islam harus dan paham dan mampu berpolitik. “Politik itu mengorganisir kekuatan kita untuk menjadi sebuah kekuatan untuk mencapai tujuan,” imbuhnya.

Wali Kota P. Sidimpuan Irsan Efendi Nasution dan Ketua MUI P.Sidimpuan Ustadz Drs.Zulpan Efendi Hasibuan MA juga menekankan penting mengimplementasikan hijrah dalam kehidupan untuk menuju hidup yang lebih baik sesuai dengan ajaran agama Islam. (a39)




Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Prof Hasan Bakti Nasution: Takdir Bukan Nasib

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *