PP Fatayat NU Berikan Orientasi Penanggulangan TBC Terhadap Ponpes Di Tapsel

PP Fatayat NU Berikan Orientasi Penanggulangan TBC Terhadap Ponpes Di Tapsel

  • Bagikan
Ketua III Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, PP Fatayat NU Efri Wahdiyah Nasution SAg (3 kanan), Koordinator Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Umi Kulsum (3 kiri) Ketua Fatayat NU Tapsel Desi Wahyuni Jambak dan Sekretaris Fatayat NU Tapsel Adelinda Hutasuhut (kanan) foto bersama dengan peserta pembekalan orientasi kader penanggulangan TBC di Ponpes Raudlatul falah Desa Benteng Huraba, Tapsel, Kamis (4/11).Waspada/ist
Ketua III Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, PP Fatayat NU Efri Wahdiyah Nasution SAg (3 kanan), Koordinator Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Umi Kulsum (3 kiri) Ketua Fatayat NU Tapsel Desi Wahyuni Jambak dan Sekretaris Fatayat NU Tapsel Adelinda Hutasuhut (kanan) foto bersama dengan peserta pembekalan orientasi kader penanggulangan TBC di Ponpes Raudlatul falah Desa Benteng Huraba, Tapsel, Kamis (4/11).Waspada/ist

TAPSEL (Waspada) : Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan berikan orientasi upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) terhadap santri dan pengasuh 5 Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Ketua III Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, PP Fatayat NU Efri Wahdiyah Nasution SAg bersama Koordinator Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Umi Kulsum, Jumat (5/11) mengatakan kegiatan yang dipusatkan di Ponpes Raudlatul Falah Desa Benteng Huraba Kecamatan Batang Angkola, Tapsel berlangsung selama 2 hari dari tanggal 3 sampai 4 November 2021.

Dalam pencerahan kepada peserta Kegiatan Orientasi kader pesantren sehat fasilitasi organisasi kemasyarakatan dalam pemberdayaan masyarakat pesantren untuk penanggulangan TBC, ucap Efri Wahdiyah, Fatayat NU menghadirkan Edi Sujoko M.Kes dari Dinas Kesehatan Tapsel sebagai nara sumber.

Santri dan pengasuh Ponpes yang menjadi peserta pembekalan orientasi kader penanggulangan TBC itu terdiri dari Santri dan pengasuh Pesantren Raudlatul Falah Desa Benteng Huraba, Pesantren Al-Azhar Bi’ibadillah Desa Tahalak Ujung Gading, Pesantren Al-Yusufiyah Di Desa Huta Holbung, Pesantren Abu Bakar Siddiq Sipirok dan Pesantren Baburrohman Di Terapung Batang Toru

Selain 2 orang santri/santriyah dan 1 orang pengasuh dari masing masing Ponpes yang jadi peserta orientasi kader penanggulangan TBC tersebut, lanjut Efri Wahdiyah, juga melibatkan 1 orang tenaga medis dari Puskesmas di sekitar pesantren masing-masing.

“Kegiatan tersebut merupakan program kerja PP Fatayat NU yang dikerjasamakan dengan Kementerian Kesehatan dan Sumut terpilih jadi salah satu sasaran kegiatan. Selain di Kabupaten Tapanuli Selatan, kegiatan yang sama juga dilakukan di Kabupaten Asahan, Deliserdang dan Kota Medan,” paparnya.

Edi Sujoko M.Kes dari Dinas Kesehatan Tapsel dalam paparannya menjelaskan ciri-ciri orang yang terkena penyakit TBC dan cara penanggulangan serta bagaimana pola hidup sehat di pesantren agar tidak terkena penyakit TBC.

Ketua Fatayat NU Tapsel Desi Wahyuni Jambak didampingi Sekretaris Fatayat NU Tapsel Adelinda Hutasuhut mengungkapkan bahwa Ponpes yang menjadi sasaran orientasi kader pesantren sehat akan mendapatkan dana stimulan untuk penguatan kader pesantren sehat.

Desi Wahyuni berharap, santri/santriyah dan pengasuh Ponpes yang jadi peserta kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi santri lainnya agar menjadi pola hidup sehat agar tidak kena penyakit TBC.(a39).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *