Waspada
Waspada » Polsek Tigapanah Ungkap Kasus Pembunuhan Mayat Tergembok Dan Dirantai Besi
Sumut

Polsek Tigapanah Ungkap Kasus Pembunuhan Mayat Tergembok Dan Dirantai Besi

Dua orang tersangka pembunuhan mayat pria bertato yang dirantai dan tergembok besi di aliran sungai Gerguh Lau Biang saat diamankan penyidik dari Mapolsek Tiga Panah dipimpin Kapolsek AKP Ramli Simanjorang. Waspada/Ist
Dua orang tersangka pembunuhan mayat pria bertato yang dirantai dan tergembok besi di aliran sungai Gerguh Lau Biang saat diamankan penyidik dari Mapolsek Tiga Panah dipimpin Kapolsek AKP Ramli Simanjorang. Waspada/Ist

TANAH KARO (Waspada): Polsek Tigapanah ungkap kasus pembunuhan mayat tergembok dan dirantai besi. Itu terjadi 9 hari pasca penemuan mayat Mr. X bertato tulisan “sepanjang masa dan doa ibu” di aliran sungai Gerguh Lau Biang kawasan Desa Singa Kec. Tigapanah.

Penyidik Polsek Tigapanah dipimpin Kapolsek AKP Ramli Simanjorang, berhasil mengamankan dua orang tersangka pelakunya dan sejumlah barang bukti.

Kapolsek Tigapanah AKP Ramli Simanjorang kepada Waspada, Rabu (22/7) melalui telepon selulernya menyebutkan, sehari setelah penemuan mayat Mr. X, tepatnya Selasa (14/7), penyidik telah mengetahui siapa keluarga dari mayat Mr. X.

Petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap keluarga dan para saksi, sehingga diketahui Mr. X tersebut  Rawat Sembiring Milala penduduk Desa Naman Teran, Kec. Naman Teran, Kabupaten Karo.

Tepatnya Rabu (15/7) sekitar pukul 04.00 Wib, personel Unit Reskrim Polsek Tigapanah dipimpin Kanit Reskrim Ipda Pernando Manik, membawa mayat korban Rawat Sembiring Milala ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

Seusai autopsi yang dipimpin dr. Mistar Sp.F, diketahui sementara penyebab kematian korban dikarenakan dijerat atau diikat pada leher korban, dan adanya bekas pukulan benda tumpul pada bagian kepala.

Korban dimasukkan ke dalam air saat setengah sadar, asumsinya dikuatkan karena pada tenggorokan korban tidak ditemukan pasir, dan pasir hanya ditemukan pada pangkal lidah korban.

Abang Tiri Dalangi Pembunuhan

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan terhadap keluarga korban yang dicurigai kata Kapolsek AKP Ramli Simanjorang, abang tiri korban berinisial HS mengaku sebagai dalang pembunuhan Rawat Sembiring Milala dengan menyuruh tersangka SG dengan kawan-kawannya.

Berdasarkan pengakuan HS, selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap SG dan Polsek Tigapanah ungkap kasus pembunuhan ini.

Dari keterangannya kata Kapolsek, diketahui bahwa para tersangka sebelumnya telah merencanakan pembunuhan terhadap korban.

Setelah berhasil membunuh korban seperti yang direncanakan sebelumnya, kemudian HS sebagai dalang memberikan uang Rp6.500.000 kepada SG dkk sebagai imbalan atas keberhasilan membunuh adik tirinya.

Berdasarkan keterangan tersangka SG, tindak pidana pembunuhan yang dilakukannya turut serta bersama anaknya berinisial AG, PS dan seorang laki-laki lain belum diketahui namanya.

Sadis

Cara sadis yang dilakukan para tersangka membunuh korban berawal dari penjemputan korban dari Desa Naman Teran dan membawanya ke sebuah perladangan di wilayah Desa Salit Kec. Tigapanah.

Di perladangan tersebut, para tersangka menjerat leher korban dan setelah yakin korban sudah meninggal dunia, kemudian memasukkannya ke dalam karung goni dan diikat.

Kemudian goni yang berisi korban Rawat Sembiring Milala yang telah terikat sebelumnya, dimasukkan ke dalam mobil Mini Bus, Nomor Polisi BK 1950 LS, warna hitam dengan tujuan ke jembatan penghubung Desa Singa dengan Kabanjahe.

Sesampainya di atas jembatan, para tersangka mengeluarkan goni berisi tubuh korban dari dalam mobil dan langsung melemparkannya ke aliran sungai Lau Biang, kata Kapolsek.

Korban Sering Buat Onar

Motif menghilangkan nyawa korban kata tersangka HS sebut Kapolsek Tigapanah, dikarenakan tersangka sudah sangat resah.

Tersangka merasa terancam atas perbuatan korban semasa masih hidup, karena korban mengalami gangguan jiwa.

Pihak keluarga dan masyarakat juga sudah mengalami keresahan atas perbuatan korban pada saat kumat karena membuat keonaran di desa.

Sejauh ini, tersangka AG, PS dan satu orang laki-laki lainnya, belum tertangkap dan masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian, kata Kapolsek.

Selain tersangka, barang bukti yang telah diamankan berupa satu mini bus BK 1950 LS warna hitam.

Juga diamankan rantai besi tiga meter, tiga buah gembok besi, sehelai kain sarung motif petak, celana dalam warna merah

Dua potong tali plastik warna biru untuk kepentingan proses lanjut, kata Kapolsek Tigapanah AKP Ramli Simanjorang. (a06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2