Waspada
Waspada » Polresta Deliserdang Bongkar Jaringan Sabu Dikendalikan Napi
Headlines Sumut

Polresta Deliserdang Bongkar Jaringan Sabu Dikendalikan Napi

Polresta Deliserdang Bongkar Jaringan Sabu
Tersangka DR (kaki ditembak) menunjukkan barang bukti pada saat diamankan di Satresnarkoba Polresta Deliserdang. (Waspada/Ist).

DELISERDANG (Waspada): Polresta Deliserdang berhasil bongkar jaringan sabu dengan membekuk dua pemuda diduga menjadi seorang pemakai dan penyimpanan narkotika jenis sabu seberat 1.021,07 gram (1 Kg 21,07 gram).

Dari pengungkapan tersebut diduga dikendalikan jaringan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana (napi) di salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Sumatera Utara (Sumut).

“Total yang diamankan sabu seberat 1.021,07 gram (1 Kg 21,07 gram). Menurut keterangan tersangka begitu (jaringan Lapas),” kata Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi melalui Kasatres Narkoba Polresta Deliserdang AKP M. Oktavianus Rabu (27/5) sore.

Oktavianus menjelaskan, bahwasanya keberhasilan Polresta Deliserdang Bongkar Jaringan Sabu berawal saat melakukan penyelidikan dengan mengamankan seorang pemakai dengan insial AS alias Oges di sebuah rumah di Pasar VI, Gang Kandar Desa Telagasari, Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang pada Kamis (8/5).

“Dari tangannya diamankan narkoba jenis sabu seberat 0,17 gram,”jelasnya.

Kemudian lanjut Oktavianus ketika diinterogasi, tersangka AS alias Oges mengaku sabu itu diperoleh dari DR (27) warga Jalan Sederhana Ujung Tembung Kecamatan Percut Seituan, dan selanjutnya pihaknya mengamankan tersangka DR dari rumahnya, pada Senin (11/5) yang menyimpan barang bukti.

Dalam pengeledahan, diamankan barang bukti narkoba jenis sabu 1 bungkusan besar teh cina berisi sabu seberat 1.000 gram ditambah 2 bungkusan sedang seberat 20,90 gram bersama timbangan electrik.

Kemudian sebut Oktavianus, pada saat melakukan pengembangan tersangka DR melawan petugas dan tersangka terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki sebelah kanan.

Lebih lanjut Oktavianus menyebutkan, kepada petugas, DR mengaku barang haram itu dikendalikan dari seorang napi di salah satu Lapas di Sumut.

Namun Oktavianus mengakui, pihak kesulitan membongkar jaringan ke Lapas dikarenakan berdasarkan pengakuan tersangka DR napi tersebut mengunakan kode atau insial.

“Kita sudah tanya ke Lapas yang dimaksud dengan panggilan TR itu malah dibilang tidak ada yang panggilangnya TR-TR,” akunya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua tersangka, kata Oktavianus kini di jebloskan ke sel ketahanan Satresnarkoba Polresta Deliserdang. Dan dijerat Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun penjara. (a16).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2