Polres Sergai OTT Pegawai ATR/BPN Serdangbedagai

Polres Sergai OTT Pegawai ATR/BPN Sergai

  • Bagikan
Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, Kanit Tipikor Ipda Edward Sidauruk, Rabu (14/10) di Mapolres Sergai di Jl. Negara, Sei Rampah saat ekspos pengungkapan kasus OTT Pegawai ATR/BPN Sergai. Polres Sergai OTT Pegawai ATR/BPN Sergai. Waspada/Ist
Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, Kanit Tipikor Ipda Edward Sidauruk, Rabu (14/10) di Mapolres Sergai di Jl. Negara, Sei Rampah saat ekspos pengungkapan kasus OTT Pegawai ATR/BPN Sergai. Polres Sergai OTT Pegawai ATR/BPN Sergai. Waspada/Ist

SEIRAMPAH (Waspada): Personel Satreskrim Polres Serdangbedagai (Sergai) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum pegawai Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Sergai, Selasa (13/10) di kantor ATR/BPN Sergai di Jalinsum Desa Firdaus, Kec. Sei Rampah.

Kapolres Serdgai AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, Kasubbag Humas AKP Sopiyan, Kanit Tipikor Ipda Edward Sidauruk, Rabu (14/10) di Mapolres Sergai di Jl. Negara, Sei Rampah, saat ekspos pengungkapan kasus tersebut mengatakan, tersangka yang di OTT, BM, 26, Asisten Surveyor Kadaster Kementerian ATR/BPN Kab. Sergai, berdomisili di Dusun IX, Jalan Veteran, Pasar VII, Desa Manunggal, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deliserdang.

“Sedangkan korbannya, Aldi Gunawan, 26, warga Dusun I, Jl. Protokol, Desa Sei Bamban, Kec. Sei Bamban, Kab. Sergai,” terang AKBP Robin.

Kapolres mengungkapkan kronologi kejadian Polres Sergai OTT, sebelumnya pada bulan Maret 2020 korban melakukan pengurusan pembuatan sertifikat hak milik atas tanah dari surat dasar SKT dan Notaris untuk dibuatkan menjadi 34 persil sertifikat.

“Dalam hal kepengurusan 34 sertifikat tersebut korban sudah memberikan biaya dengan total keseluruhan Rp53.800.000 kepada petugas BPN Kab. Sergai, setelah uang diserahkan ternyata pembuatan sertifikat sebanyak 34 persil, sampai dengan sekarang belum ada yang selesai,” papar AKBP Robin.

Selanjutnya Petugas ATR/BPN Kabupaten Serdangbedagai, imbuh Kapolres, kembali menghubungi korban dan meminta biaya pengukuran sebesar Rp4 juta.

“Dengan banyaknya biaya yang dikeluarkan oleh korban dalam hal pembuatan sertifikat, selanjutnya petugas Kepolisian melakukan pengintaian terhadap kerja pegawai ATR/BPN yang terlibat dalam pengurusan sertifikat korban,” sebut AKBP Robin.

Dan pada hari Selasa (13/10) lanjut Kapolres, personel menerima informasi tentang adanya pemberian uang pengukuran terhadap petugas ukur Kantor ATR/BPN Kab. Sergai.

Ditambahkan Kapolres, setelah menerima informasi tersebut, personel Kepolisian melakukan pengintaian di sekitar Kantor ATR/BPN dan benar pada hari Selasa (13/10) sekitar pukul 10:00, Tim melihat korban datang ke Kantor ATR/BPN Kab. Sergai, langsung menuju halaman belakang kantor dan di belakang kantor terjadi transaksi pemberian uang oleh korban kepada Petugas Ukur Kantor ATR/BPN Kab. Sergai.

“Melihat hal tersebut, Tim langsung melakukan penangkapan terhadap Petugas Ukur Kantor ATR/BPN dan turut mengamankan korban berikut sejumlah uang yang diberikan oleh korban kepada Petugas Ukur Kantor ATR/BPN Kab. Sergai,” ungkap AKBP Robin.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka, kata Kapolres, uang tunai Rp4 juta, satu buah tas kecil warna hitam dan satu unit telepon seluler.

“Modus pengutipan uang pengukuran tanah pembuatan sertifikat oleh Petugas Ukur Kantor ATR/BPN Kab. Sergai sehingga tersangka dijerat Pasal 12 huruf e Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman penjara paling singkat 4 tahun paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp200 juta maksimal satu miliar rupiah,” pungkas AKBP Robin Simatupang. (a15/C)

 

  • Bagikan