Polres Pematangsiantar Diminta Observasi Pelaku Teror 'Awas Ada Bom'

Polres Pematangsiantar Diminta Observasi Pelaku Teror ‘Awas Ada Bom’

  • Bagikan
Rekonstruksi dilakukan Sat Reskrim Polres Kota Pematangsiantar terhadap tersangka teror 'Awas Ada Bom' RR, 40, (dua kiri) di salah satu lokasi RR mempersiapkan teror, setelah RR diringkus pada Selasa 31 Agustus 2021. (Waspada-Edoard Sinaga).
Rekonstruksi dilakukan Sat Reskrim Polres Kota Pematangsiantar terhadap tersangka teror 'Awas Ada Bom' RR, 40, (dua kiri) di salah satu lokasi RR mempersiapkan teror, setelah RR diringkus pada Selasa 31 Agustus 2021. (Waspada-Edoard Sinaga).

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Polres Kota Pematangsiantar diminta agar melakukan observasi atau pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka pelaku teror ‘Awas Ada Bom.’

Permintaan  itu disampaikan Roy Simangunsong selaku kuasa hukum tersangka RR, 40, warga Jl. Nusa Indah, Kel. Simarito, Kec. Siantar Barat, secara resmi melalui surat No. 01/IX/001/2021.

“Surat resmi sudah kami sampaikan kepada Kapolres, memohon agar dilakukan observasi terhadap klien kami. Kita tunggu hasilnya nanti,” sebut Roy. 

Menurut Roy, pihaknya mengajukan surat permohonan itu, karena RR sempat menjalani rehabilitasi di Yayasan Rehabilitasi Mercu Suar Doa, Jl. Tengkoh, Blok I, Pematangsiantar dan tahun 2005, RR juga pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Kota Medan. 

“Jika hasil observasi terbukti nanti yang menyatakan RR merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), kita harus menghormati keputusan itu dan begitu juga sebaliknya,” imbuh Roy. 

Terlepas dari peristiwa yang diduga dilakukan RR teror atau tidak, pihak Roy mengharapkan Polres melakukan observasi terhadap klien mereka yakni RR. “Kami juga mengharapkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) lebih teliti menangani perkara itu agar tidak kecolongan.”

Secara terpisah, Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy SB Siregar yang dihubungi menyebutkan, pihaknya telah menyampaikan berkas RR kepada pihak Kejari untuk diteliti jaksa. “Berkas sudah di Kejari, kita lihat hasilnya nanti.”

Kasi Intel Kejari Rendra Y Pardede yang dihubungi secara terpisah membenarkan berkas perkara RR sudah mereka terima dari Sat Reskrim Polres Pematangsiantar. “Masih Surat  Pemberitahuan Dalam Penyidikan (SPDP), sedang Jaksa yang menangani Rahma Hayati Sinaga dan berkasnya dikirim pada 6 September lalu. “Saat ini masih diteliti.”

Sebelumnya, setelah RR diamankan dan dilakukan rekonstruksi, Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto menyebutkan pihaknya akan melakukan tes kejiwaan terhadap RR.  “Sampai saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui motif dari terduga pelaku. Soal kejiwaaanya, masih menunggu keterangan dari dokter.”

Seperti diberitakan, Polres Pematangsiantar mengamankan RR, karena diduga melakukan teror. Teror itu diduga dilakukan RR dengan menggantungkan tas ransel warna ungu bertuliskan ‘Awas Ada Bom’ di sebatang tiang besi di persimpangan Jl. Gunung Simanukmanuk dengan Jl. Kapten MH. Sitorus, persis di seberang Taman Hewan, Senin (30/8) pagi. 

Peristiwa itu membuat heboh, hingga tim Jihandak Gegana Brimobdasu bertindak mengamankan tas ransel itu. Ternyata, isi tas ransel itu hanya berisi sebongkah pecahan lantai keramik yang masih melekat semennya dan di dalam tas ada tulisan ‘Anda Kurang Beruntung.”

Polres Pematangsiantar yang melakukan penyelidikan akhirnya menemukan RR dan meringkusnya di Jl. H. Adam Malik, Selasa (31/8). Hasil pemeriksaan dan rekonstruksi yang dilakukan Sat Reskrim Polres, mulai RR menulis ‘Awas Ada Bom’ di tas ransel, mengambil pecahan keramik di tepi sungai Bah Bolon dan menggantungkan tas di tiang besi,  RR mengaku melakukan teror hanya karena iseng.(a28/C).

  • Bagikan