PMA Terduga Pelaku Pencabulan Anak Keterbatasan Mental Ditangkap Polres Samosir - Waspada

PMA Terduga Pelaku Pencabulan Anak Keterbatasan Mental Ditangkap Polres Samosir

  • Bagikan
PMA, 37 terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur dan mengidap keterbatasan mental dijebloskan Polisi ke RTP. Waspada/Ist
PMA, 37 terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur dan mengidap keterbatasan mental dijebloskan Polisi ke RTP. Waspada/Ist

SAMOSIR (Waspada ): Setelah melakukan pemeriksaan secara maraton, akhirnya Kepolisian Resor (Polres) Samosir menjebloskan PMA alias Pak E ke Sel Tahanan Polres Samosir, terduga pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebut saja usia Bunga, 13, di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (14/5).

Hal tersebut dibenarkan Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon, SH.,MH, melalui PS Kasubbag Humas Polres Samosir, Iptu Pol Marlan Silalahi, Jumat (14/5).

“Benar, sesuai dengan laporan polisi nomor STLP / 91 / IV / 2021 / SMR/SPKT April 2021, Polres Samosir, menahan PMA terduga pelaku pemerkosaan Bunga yang juga mengidap keterbelakangan mental di Kecamatan Simanindo,” ujar Marlan.

Atas kejadian tersebut, pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur dengan keterbelakangan mental ini akan dipersangkakan pasal 82 ayat 1 atau pasal 81 ayat 1 atau ayat 2 dari Undang- undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Penyidik Polres Samosir telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban dan saksi-saksi serta meminta Visum Et Revertum terhadap korban dan mengambil hasil Visum Et Revertum yang hasilnya ada tampak koyak pada selaput darah.

“Kami juga telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti celana dan pakaian korban dan tersangka PMA,” pungkas Silalahi.

Ketika dikonfirmasi, ibu korban Lbr H menceritakan kronologis kejadian pemerkosaan terhadap putrinya.

Mendapati pengakuan putrinya telah diperlakukan tidak senonoh dari orang yang seharusnya melindungi korban, keluarga LH dan suaminya MR sangat terpukul.

“Kami sangat sedih sekali boru kami dapat perlakuan seperti ini dari yang seharusnya melindungi anak kami yang juga sebagai maennya sendiri dan punya keterbelakangan mental,” tambah ibu korban dengan mata sedih berlinang air mata.(cts)

 

  • Bagikan