Waspada
Waspada » PKPM Darurat Tertentu, Muspika Tamora Genjar Tracing Dan Beri Bantuan
Sumut

PKPM Darurat Tertentu, Muspika Tamora Genjar Tracing Dan Beri Bantuan

 

DELISERDANG (Waspada): Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan mengeluarkan surat edaran nomor 440/2475 tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat wilayah tertentu tingkat Desa/Kelurahan di Kabupaten Deliserdang hingga 25 Juli mendatang.

Oleh sebab itu, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tanjung Morawa (Tamora) selaku Satuan Tugas (Satgas) di Kecamatan genjar melakukan tracing dan memberikan bantuan bahan pangan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Kami dari Satgas Covid-19 Tanjung Morawa bersama Satgas Covid-19 Desa Bangun Rejo melakukan tracing (pelacakan) kepada warga yang menjalani Isoman dimana ada dua warga yang positif di Dusun I, Desa Bangun Rejo,” kata Camat Tanjungmorawa Marianto Irawadi, didampingi Wakapolsek Tanjungmorawa Iptu Safaruddin, Kamis (22/7) di Dusun I, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjungmorawa.

“Sebagai tindak lanjutnya kita akan memerintahkan segera mengadakan testing (pemeriksaan dini) kepada warga yang kontak erat sehingga wabah Covid-19 di Desa Bangun Rejo khususnya dan umumnya di Kecamatan Tanjung Morawa bisa berkurang,” sambungnya.

Marianto mengakui, pihaknya sebelum dikeluarkannya perpanjangan PPKM Darurat wilayah tertentu tingkat Desa/Kelurahan di Kabupaten Deliserdang itu sudah melakukan berbagai kebijakan untuk menurunkan angka kasus Covid-19 di wilayah Kecamatan Tanjungmorawa.

“Untuk mengurangi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19, kita sudah mengeluarkan maklumat, Muspika dan Kepala Desa agar kegiatan yang sifatnya kerumunan agar itu bisa dihentikan. Contoh kita masih melarang pesta hajatan di Tanjungmorawa dan pedagang boleh berjualan tetapi harus dibungkus dimakan dirumah tidak boleh makan di warung warung atau kedai nasi,” akunya.

Menurut Marianto, berdasarkan rapat dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Deliserdang perpanjangan PPKM Darurat wilayah tertentu tingkat Desa/Kelurahan di Kabupaten Deliserdang sampai 25 Juli mendatang, hal itu juga sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat. Dimana jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap.

“Ini sampai tanggal 25 (Juli), tapi kita lihat situasinya, kalau memang pada tanggal 26 (Juli) sudah aman, ya kita persilahkan. Tapi kalau tanggal 26 masih banyak terpapar, sehingga mengikuti instruksi Menteri Dalam Negeri, Gubernur dan Bupati tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Disinggung apakah dari Satgas Covid-19 baik Kabupaten, Provinsi ataupun Nasional sudah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak langsung diberlakukannya PPKM Darurat wilayah tertentu tersebut. Marianto menyebutkan sedang melakukan pendataan. Walaupun begitu pihak Muspika sendiri sudah memberikan bantuan kepada masyarakat yang khususnya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kemarin kita rapat di Kantor Bupati Deliserdang, bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Deliserdang, ini masih diperintahkan mendata orang orang yang terdampak. Namun demikian kita sudah memberikan terlebih dahulu orang orang yang memang terpapar Covid-19 di Kecamatan Tanjungmorawa berupa bantuan berupa, mie instan, telur, gula, vitamin-vitamin dan lainnya,” ungkapnya.

Untuk itu, dimana dalam kebijakan PPKM Darurat wilayah tertentu tingkat Desa/Kelurahan di Kabupaten Deliserdang, Kecamatan Tanjungmorawa termasuk seluruh Kelurahan dan Desa menerapkan PPKM Darurat wilayah tertentu maka Marianto menghimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) supaya di Kecamatan Tanjungmorawa agar tren kasus terus mengalami penurunan.

” Kita tetap terus menghimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, karena dengan menjaga protokol kesehatan, maka itu adalah salah satu agar kita tidak terpapar Covid-19,” imbau Marianto.

Sementara itu sebelumnya, Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440/2357 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat wilayah tertentu tingkat Desa/Kelurahan di Kabupaten Deliserdang.

Surat Edaran yang diterima Waspada, Rabu (14/7) itu ditandatangi Ashari Tambunan pada Selasa (13/7) dan dalam Surat Edaran tersebut disebutkan ada sebanyak 9 Kecamatan di Kabupaten Deliserdang yang memberlakukan PPKM Darurat wilayah tertentu tingkat Desa/Kelurahan yang berbatasan dengan wilayah Kota Medan.

Adapun 9 Kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Tanjung Morawa berlaku di seluruh Dusun/Lingkungan dalam Desa/Kelurahan. Kecamatan Sunggal di seluruh Dusun dalam Desa. Kecamatan Percut Seituan di seluruh Dusun/Lingkungan pada Kelurahan Kenangan, Kelurahan Kenangan Baru, Desa Tembung, Desa Bandar Khalipah, Desa Bandar Klippa, Desa Medan Estate, Desa Sambirejo Timur, Desa Laut Dendang, Desa Sampali dan Desa Sentis.

Selanjutnya di Kecamatan Labuhan Deli di seluruh Dusun pada Desa Helvetia, Desa Manunggal dan Desa Pematang Johar. Kecamatan Hamparan Perak di seluruh Dusun pada Desa Hamparan Perak, Desa Kelumpang Kebun, Desa Kelambir V Kebun dan Desa Selemak. Kecamatan Pancur Batu, di seluruh Dusun pada Desa Tanjung Anom, Desa Baru, Desa Simbahe Baru, Desa Durin Janggak, Desa Perumnas Simalingkar, Desa Simalingkar A, Desa Namo Bintang dan Desa Pertampilen.

Kemudian di Kecamatan Patumbak berlaku di seluruh Dusun pada Desa Marindal I, Desa Marindal II, Desa Sigara-gara dan Desa Patumbak Kampung. Kecamatan Namorambe berlaku di seluruh Dusun dalam Desa Delitua. Kecamatan Delitua berlaku di Dusun VIII, Desa Kedai Durian dan Lingkungan VII, Kelurahan Deli Tua.

Sekretaris Satgas Covid-19 Deliserdang, Citra Efendi Capah mengatakan untuk Kabupaten Deliserdang tidak dilakukan PPKM Darurat, namun surat edaran yang dikeluarkan tersebut yakni mengenai PPKM Darurat wilayah tertentu yang berlaku sejak tanggal ditetapkan yakni Selasa 13 Juli hingga 20 Juli 2021.

“Deliserdang tidak PPKM darurat. Namun dengan berlakunya PPKM darurat di Kota Medan sejak tanggal 12 Juli. (Maka beberapa Kecamatan) Deliserdang melakukan kebijakan PPKM darurat wilayah tertentu yang wilayah Desa/Dusun/Lingkungannya berbatasan langsung dengan kota Medan,” kata Capah.

Capah menyebut, penetapan tersebut selain dinilai dengan berbatasan langsung ke Kota Medan juga dikarenakan penilaian kasus jumlah Covid-19. “Ya Kecamatan Tanjung Morawa (Sunggal) perlakuan khusus bukan karena berbatas dengan Medan saja pertimbangannya . Namun pertimbangan daerah tersebut tinggi dengan kasus terkonfirmasi Covid-19,” sebutnya. (a16/a01).

Teks foto: Camat Tanjungmorawa Marianto Irawadi, didampingi Wakapolsek Tanjungmorawa Iptu Safaruddin saat memberikan bantuan. (Waspada/ist).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2