Waspada
Waspada » PKL Di Depan Siantar Hotel Pematangsiantar Menolak Ditertibkan
Headlines Sumut

PKL Di Depan Siantar Hotel Pematangsiantar Menolak Ditertibkan

Penertiban terhadap PKL di atas trotoar dan pinggir jalan di depan Siantar Hotel di Jl. WR. Supratman, Kel. Proklamasi, Kec. Siantar Barat, gagal dilaksanakan Satpol PP Pemko Pematangsiantar, Senin (1/2), karena para PKL mengaku memiliki hak sebagai pengelola lapak di depan Siantar Hotel. PKL Di Depan Siantar Hotel Pematangsiantar Menolak Ditertibkan. Waspada/Edoard Sinaga
Penertiban terhadap PKL di atas trotoar dan pinggir jalan di depan Siantar Hotel di Jl. WR. Supratman, Kel. Proklamasi, Kec. Siantar Barat, gagal dilaksanakan Satpol PP Pemko Pematangsiantar, Senin (1/2), karena para PKL mengaku memiliki hak sebagai pengelola lapak di depan Siantar Hotel. PKL Di Depan Siantar Hotel Pematangsiantar Menolak Ditertibkan. Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Pedagang kaki lima  (PKL) yang berjualan makanan, minuman, mainan dan lainnya di atas trotoar dan pinggir jalan di depan Siantar Hotel, Jl. WR. Supratman, Kel. Proklamasi, Kec. Siantar Barat, menolak menutup jualannya ketika ditertibkan Satpol PP Pemko Pematangsiantar, Senin (1/2).

Para KL tidak mau menutup dagangannya dengan alasan mereka memiliki hak sebagai pengelola lapak jualan di depan Siantar Hotel itu. Padahal, akibat para PKL berjualan di depan Siantar Hotel dan parkir sepedamotor di seberangnya, di depan Taman Bunga, Jl. WR Supratman menjadi sempit dan sering terjadi kemacetan.

Selain itu, pemandangan di depan Siantar Hotel dan Taman Bunga itu menjadi tidak sedap dipandang dan warga yang menggunakan Jl. WR. Supratman sebagai lokasi berolahraga pada pagi dan sore, selalu terganggu.

Menurut salah seseorang yang mengaku sebagai pengelola lapak dan pengelola parkir, Mangatas Siagian, trotoar dan pinggir jalan di depan Siantar Hotel itu lahan mereka dan mereka diberi izin salah seorang Anggota DPRD.

Dialog terjadi antara Kabid Trantibum Satpol PP Pemko Pematangsiantar Mangaraja Tua Nababan (kanan) bersama anggotanya dengan seseorang yang mengaku sebagai pengelola lapak berjualan dan parkir, ketika dilakukan penertiban terhadap PKL yang berjualan di trotoar dan pinggir jalan di depan Siantar Hotel, Jl. WR. Supratman, Kel. Proklamasi, Kec. Siantar Barat, Senin (1/2).PKL Di Depan Siantar Hotel Pematangsiantar Menolak Ditertibkan. Waspada/Edoard Sinaga
Dialog terjadi antara Kabid Trantibum Satpol PP Pemko Pematangsiantar Mangaraja Tua Nababan (kanan) bersama anggotanya dengan seseorang yang mengaku sebagai pengelola lapak berjualan dan parkir, ketika dilakukan penertiban terhadap PKL yang berjualan di trotoar dan pinggir jalan di depan Siantar Hotel, Jl. WR. Supratman, Kel. Proklamasi, Kec. Siantar Barat, Senin (1/2).PKL Di Depan Siantar Hotel Pematangsiantar Menolak Ditertibkan. Waspada/Edoard Sinaga

Satpol PP Pemko dipimpin Kabid Trantibum Mangaraja Tua Nababan langsung bertanya terhadap pedagang itu, sejak kapan tempat itu punya para pedagang. “Ini trotoar dan tempat ini milik pemerintah, bukan milik perseorangan. Kalian dikasi berjualan di sini pada malam hari, kalau pagi tidak bisa berjualan di lokasi ini.”

“Kalian klaim pula lokasi ini hak kalian,” sesal Kabid Trantibum seraya memerintahkan para pedagang itu untuk bubar dari lokasi mereka berjualan. Namun, perintah Kabid Trantibum tidak langsung dipatuhi para pedagang itu, hingga akhirnya masalah itu disampaikan kepada pihak Kelurahan Proklamasi.

Kabid Trantibum yang dihubungi menyebutkan masalah PKL di atas trotoar dan pinggir Jl. WR. Supratman itu masih akan dibahas di kantor Lurah Proklamasi dengan paguyuban pedagang seputaran Jl. WR. Supratman.

Sementara, Anggota DPRD Pematangsiantar Noel Lingga yang disebutkan memberi izin para PKL berjualan di Jl. WR. Supratman itu, ketika dihubungi melalui seluler dengan tegas  membantah. “Tidak ada itu. Mana ada saya memberikan izin kepada mereka untuk berjualan di trotoar. Kan tidak mungkin kita melanggar peraturan yang kita buat. Kita akan bahas dengan Satpol PP, termasuk café tempat live music.”

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Boy Iskandar Warongan yang juga dihubungi melalui seluler menegaskan akan membahas di rapat Komisi I. “Kita akan bahas di rapat Komisi I dan akan panggil Satpol PP sebagai penegak Perda.”

Boy menambahkan tidak hanya masalah PKL di Jl. WR. Supratman itu, karena Komisi I juga akan membahas tempat-tempat hiburan malam yang buka sampai larut malam dengan menggunakan live music. “Kita juga akan membahas tempat-tempat hiburan malam. Bukannya kita melarang mereka, tapi waktunya harus dibatasi. Jangan akibat mereka, orang yang istirahat malam menjadi terganggu.”(a28/C).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2