Pipa Pertamina Diduga Bocor, Tumpahan Minyak Menyebar Di Perairan Kuala Idi, Aceh Timur

Pipa Pertamina Diduga Bocor, Tumpahan Minyak Menyebar Di Perairan Kuala Idi, Aceh Timur

  • Bagikan
Ilustrasi Pipa Pertamina Diduga Bocor, Tumpahan Minyak Menyebar Di Perairan Kuala Idi, Aceh Timur. Waspada/Is
Ilustrasi Pipa Pertamina Diduga Bocor, Tumpahan Minyak Menyebar Di Perairan Kuala Idi, Aceh Timur. Waspada/Is

PANGKALANSUSU (Waspada): Telah terjadi gelembung gas dengan sebaran oil sheen atau tumpahan lapisan tipis minyak di area lepas pantai perairan Langsa milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 Field Pangkalan Susu Langsa Offshore.

Informasi yang dihimpun, kejadian kebocoran minyak di perairan Langsa pertama diketahui, Jumat 6 Agustus 2021. Ketika itu Pertamina Hulu Rokan Zona 1 mendapat informasi dari nelayan sehubungan terjadinya gelembung gas di area lepas pantai, namun upaya penanganannya terkesan lamban.

                                             

Selanjutnya, 7 Agustus 202, PHR membentuk Site Emergency Response Team (SERT) dan persiapan kapal yang aman untuk melakukan surveillance. Tim survey SERT dengan bantuan kapal Satuan Pol Airud Langsa berangkat untuk memastikan ke lokasi dan laporan awal anggota SERT ditemukan indikasi gelembung di sekitar Sumur H-4 Lapangan Langsa Offshore atau sesuai GPS koordinat UTM Zone 47N, X: 397542 Y: 587719.

Tim mengambil langkah penanganan dengan Aktivasi Incident Managemen Team (IMT) Zona 1 dan mengaktifkan Oil Spill Response Team (OSRT) dan melakukan Continous Monitoring terhadap sebaran dan dampak kebocoran. Pertamina mengirim kapal scouting ke lokasi sumur H-4, mengambil sample tumpahan minyak untuk pengujian di laboratorium.

Menanggapi masalah ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Asrizal Asnawi mengaku, dirinya juga mendapat laporan dari pegiat lingkungan di Aceh Timur bahwa kondisi diduga tumpahan minyak itu sudah mengganggu nelayan mencari ikan, karena di lokasi tersebut biasanya nelayan melabuhkan jaring.

Ia meminta kepada pihak Pertamina segera melokalisasi dampaknya supaya gelembung minyak mentah yang muncul ke permukaan laut tersebut tidak menyebar sampai ke pinggir pantai yang dampaknya lebih berimplikasi membahayakan bagi masyarakat dan lingkungan.

“SKK Migas, Menteri ESDM dan PT Pertamina harus segera melokalisir dampak, sebelum bertambah besar dan dapat mengganggu aktivitas para nelayan, karena biota laut ikan dan terumbu karang tercemar,” kata politikus PAN Aceh itu.

Senior Manager Relations Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatra, Yudi Nugraha, dalam siaran persnya yang diterima Waspada.id, Kamis (2/9) mengatakan, Pertamina EP Pangkalan Susu menemukan gelembung gas dengan sebaran oil sheen di permukaan laut saat melakukan survey sebagai tindak lanjut laporan dari nelayan di perairan Selat Malaka lepas pantai Kec. Kuala Idi, Aceh Timur, pada 8 Agustus.

“Sejak mendapati laporan tersebut, tim Penanganan Keadaan Darurat (PKD) Pertamina EP Field Pangkalan Susu langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Dan secara paralel berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan adanya oil sheen (lapisan tipis minyak) tersebut,” ujar Yudy.

Lebih lanjut Yudy menambahkan bahwa sejak mendapat laporan, tim PKD telah melakukan berbagai upaya penanganan, antara lain melakukan pengecekan lokasi, melakukan pemetaan sebaran lapisan tipis minyak, dan mencari sumber munculnya gelembung gas.

“PEP Pangkalan Susu telah melakukan investigasi dan ditemukan adanya indikasi gelembung gas yang berasal dari sumur H-4 Langsa Offshore yang berlokasi sekitar 30 mil laut dari pantai Kec. Kuala Idi, yang dulunya dikelola oleh Technical Assistance Contract (TAC) Blue Sky dan telah ditutup sejak November 2017,” tambah Yudy.

Dia mengatakan, PEP Pangkalan Susu telah mengerahkan 13 kapal untuk melakukan pembersihan oil sheen dengan menggunakan oil boom (alat untuk melokalisir sebaran film minyak di air) dan oil skimmer (alat untuk memisahkan minyak di air). Selain itu juga digunakan ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk melihat penyebab munculnya gelembung gas di bawah laut.

Selanjutnya, kata Yudy, juga telah dilakukan langkah-langkah untuk menghentikan gelembung gas dan membersihkan lapisan tipis minyak di sekitar area sumur H-4 – Langsa Offshore tersebut. “Saat ini, penanganan sedang berjalan dan dilakukan dengan cepat dan intensif serta tetap mengutamakan keselamatan kerja,” ujarnya.

Meskipun sudah ditangani, lanjut Yudy, pihaknya terus melakukan pemantauan melalui udara dan satelit mengikuti Model Tumpahan Minyak, serta melakukan pengecekan langsung di pesisir pantai. “Hingga hari ini lapisan tipis minyak tidak mengarah ke daratan dan sudah berhasil dilokalisir,” tandasnya. (a10/b13)

  • Bagikan