banner 325x300

Pilbup Humbahas Memanas, Warga Dan PAM TPS Saling Dorong

  • Bagikan

DOLOKSANGGUL (Waspada): Proses pemungutan suara di TPS 11, Kelurahan Pasar Doloksanggul, Kec. Doloksanggul pada Pemilihan Bupati/Wakil Bupati (Pilbup) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dalam Pilkada serentak Tahun 2020 terlihat memanas.

Beberapa pria berbadan tegap, mengaku warga Dolok Sanggul yang tidak mengantongi form C-6 (pemberitahuan) atau e-KTP memaksakan diri masuk ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.

Meski dicegat oleh petugas PAM TPS dan diberikan penjelasan secara persuasif, gerombolan pria tadi tidak mau tahu, dan terus memaksakan diri untuk melakukan hak pilihnya sebagai warga negara. Hingga akhirnya mereka terlibat saling dorong antara PAM TPS dengan pria yang mengaku warga Doloksanggul.

Tidak hanya itu, para pria tadi sempat mau buat onar dan dengan menendangi kursi di TPS. Bahkan PAM Polisi yang disiagakan di TPS tidak berhasil juga mendinginkan situasi.

Hingga akhirnya bantuan pengamanan dari Polres Humbahas diturunkan ke lokasi guna mengamankan sejumlah pria tersebut untuk meninggalkan TPS dan keadaan kembali normal.

Demikian salahsatu rangkaian Simulasi Pengamanan proses pemungutan suara di TPS yang digelar oleh KPUD Humbahas bersama Polres setempat dipusatkan di Lapangan Merdeka, Kec. Doloksanggul, Kab. Humbahas, Sumatera Utara, Sabtu (21/11).

Ketua KPUD Humbahas, Binsar Pardamean Sihombing kepada Waspada.id mengatakan, bahwa proses Simulasi tersebut menggambarkan seluruh rangkaian proses pemungutan suara dan penghitungan surat suara (putungsura) di TPS pada hari H, pemilihan Bupati/Wakil Bupati Humbahas dalam Pilkada serentak Tahun 2020.

Binsar menguraikan, Simulasi tadi mengampanyekan cara pencegahan dan penanganan potensi pelanggaran yang mungkin terjadi di setiap TPS pada proses putungsura.

“Dalam Simulasi semua tahapan proses pemilihan kita peragakan sehingga petugas penyelenggara Pemilu, petugas PAM, dan masyarakat serta semua stake holder dapat memahami tatacara, pencegahan dan penanganan pelanggaran yang mungkin terjadi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada Simulasi itu, pihaknya mesosialisasikan pencegahan penyebaran Covid dan penanganan peserta pemilih terduga terkonfirmasi Covid-19. Serta memperkenalkan Sirekap (sistem informasi rekapitulasi elektronik) pada Pilkada 2020.

Katanya, bahwa Sirekap itu dilakukan setelah proses pemungutan suara di TPS.

Sebagaimana proses pemilihan sebelumnya, secara manual, dilakuan proses perhitungan surat suara yang terpakai serta yang tidak terpakai. Membuka kotak suara untuk menghitung surat suara sah atau tidak coblosannya.

Kemudian hasil penghitungan surat suara tadi dibuatkan salinan kepada Panwas TPS. Selanjutnya petugas KPPS 4 atau 5 melakukan scan atas hasil perhitungan surat suara terhadap aplikasi Sirekap.

“Hasilnya dipotret atau dipindai melalui ponsel pintar yang sudah ada aplikasi Sirekap dan hasilnya dikirim ke Server. Sirekap hanya merupakan alat bantu atau media publikasi pada Pemilihan 2020,” terangnya.

Setelah melakukan Simulasi PAM Putungsura, pencegahan dan penanganan Covid serta demonstrasi Sirekap di TPS, Binsar mengajak semua masyarakat Humbahas, pemilih rill yang terdaftar di DPT atau atau belum terdaftar di DPT namun memiliki e-KTP untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya, mensukseskan Pilkada dalam Pesta Demokrasi serentak, 9 Desember 2020. (cas)

Ket Foto:
PETUGAS Polisi mengamankan sejumlah pria yang membuat keributan pada rangkaian Simulasi Pemungutan Suara di TPS. (Waspada/ist)

  • Bagikan