Petani Keluhkan Harga Pupuk Di Tapsel

  • Bagikan
Sejumlah petani di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, mengeluhkan tingginya kenaikan harga pupuk. Waspada/Ahmad Cerem Meha
Sejumlah petani di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, mengeluhkan tingginya kenaikan harga pupuk. Waspada/Ahmad Cerem Meha

TAPSEL (Waspada) : Melonjaknya harga pupuk subsidi dan non subsidi saat musim tanam di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan masih menjadi keluhan petani sampai saat ini.

Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian serius Bupati Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, sesuai Surat Keputusan (SK) tentang pembentukan komisi pengawasan pupuk bersubsidi.

Harga pupuk bersubsidi di Kecamatan Angkola Muara Tais mengalami kenaikan hingga Rp200 ribu/zak. Padahal lima bulan lalu, Bupati Tapsel telah mengeluarkan keputusan Nomor. 188.45/389/KPTS/2021 tentang Pembentukan Komisi Pembinaan dan Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Tapanuli Selatan tertanggal 09 Juni 2021 yang diketuai Sekda, Drs. Parulian Nasution yang secara khusus mengawasi dari unsur pemerintah daerah.

Keputusan pembentukan komisi pengawasan penyaluran tersebut seharusnya menjadi perangkat untuk melindungi 531 kelompok tani (Poktan) di 14 kecamatan dalam mendapatkan pupuk subsidi di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Mirisnya, informasi pada penjabaran APBD Tapsel TA.2021 terdapat anggaran pengendalian dan pendistribusian perekonomian sebesar Rp584.411.200 di Bagian Setda.

Menyikapi hal tersebut, aktivis anti korupsi, M. Simamora mengungkapkan, Bupati dan komisi pengawas yang dibentuk harus sudah mewanti-wanti masalah pupuk sebelum masa tanam.

“Sudah lima bulan itu dibentuk langsung oleh bupati, tentu itu karena sifatnya urgent dan tugasnya harus berkesinambungan dan sudah faham bagaimana menjaga harga pupuk terlebih di musim tanam, sehingga masa tanam tidak terganggu,” katanya.

Keluhan Petani

Sejumlah petani di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, mengeluhkan tingginya kenaikan harga pupuk, baik subsidi pemerintah maupun non subsidi. Kenaikan harga pupuk di kalangan petani ini mencapai 60 hingga 100 persen dalam sebulan terakhir.

“Mahal pupuk sekarang, macam pupuk urea yang subsidi sekarang udah 200 ribu satu zak, ampunlah,” ujar M Harahap, petani padi sawah di Desa Sipangko Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli.

Lebih jauh M. Harahap menyampaikan, untuk pupuk urea subsidi pemerintah, biasanya mereka beli seharga Rp140 ribu per zak ukuran 50 kg ke kelompok tani, namun saat ini naik menjadi Rp200 ribu per zak.

Kepala Dinas Pertanian, Bismark Siregar saat dikonfirmasi waspada.id terkait hal tersebut mengatakan sedang rapat, Selasa (16/11/2021). “Lagi rapat pupuk dek, nanti kita kasi info titik persoalan dinda,” kata Bismark kepada waspada.id.(a38)

.

Teks poto:

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *