Waspada
Waspada » Petani Karo Lirik Budidaya Kentang Varietas Granola Kembang
Sumut

Petani Karo Lirik Budidaya Kentang Varietas Granola Kembang

Waspada/Panitra Nedy M. Purba petani kentang varietas Granola Kembang sedang melihat tanaman kentangnya.

TANAH KARO (Waspada): Kendatipun ada rasa cemas di hati  petani Karo disaat pandemi COVID-19 yang kian mewabah, tetapi petani kentang tetap memilih beraktivitas ke ladang untuk mengelola usaha pertaniannya sekaligus menghindari kerumunan guna kelangsungan hidup keluarganya.

Di mata petani kentang, cuaca ekstrim dan pandemi COVID-19 bukanlah sebuah hambatan besar untuk bercocok taman, namu bila dalam sistem perawatan tanaman dilakukan secara telaten dan jeli, maka tanaman dapat tumbuh dengan sempurna hingga pembuahan.

Hal itu terungkap dalam percakapan Waspada dengan M. Purba 54 petani kentang dari Desa Rumah Kabanjahe, Jumat (5/6) saat merawat tanaman kentangnya varietas Granola Kembang.

Menurut Purba, sebahagian petani kentang di Kabupaten Karo sudah mulai melirik varietas Granola Kembang, karena budidaya tanaman kentang jenis ini cukup menarik. Soalnya, kwantitas buah cukup menggiurkan, ditambah tata cara budidayanyapun sangat mudah.

Tanaman kentang Granola Kembang juga sangat cocok dengan iklim dataran tinggi Karo. Sebab pertumbuhan tanaman ini akan sempurna, jika bibit kentang, tanah sebagai media tanam dan unsur hara sebagai daya dukung pertumbuhan terlebih dahulu didiskripsikan layak dan berkwalitas.

Di areal tanaman kentang seluas satu hektar itu, ia menanam kentang varietas Granola Kembang sekitar 18.000 mata tanam. Dengan jumlah populasi itu, diasumsikannya produksinya mencapai 36-43 ton. Karena rata-rata satu batang menghasilkan seberat 2-3Kg.

Sedangkan biaya produksi perbatangnya hanya sebesar Rp 4.000. Jumlah ini dihitung mulai dari pembelian bibit, pupuk, upah dan biaya seprot (perawatan), kata Purba.

Sepengetahuan Purba, kendala petani kentang di Karo dalam hal budidaya, yakni tidak tersedianya bibit yang dibutuhkan petani. Karena setiap petani kentang di Karo, umumnya tidak menjual bibit kentang. Mereka hanya menyisakan buah kentang setiap panen sebagai bibit, untuk memenuhi kebutuhannya saja.

Namun sejauh ini, sudah banyak petani kentang di Karo memesan bibit ketang jenis Granola Kembang untuk dibudidayakan secara besar-besaran di Karo.

Dari empat lokasi pertanaman kentang milik keluarganya, diprediksi hasil panen pada bulan Juli 2020 mendatang, mencapai 120 ton, sementara buah kentang yang akan dijadikan bibit sebanyak 40-60 ton, katanya.

Harga jual kentang di pasar untuk saat ini berkisar Rp 9.000 per Kg.

Kedepan diharapkan petani kentang di Karo memanfaatkan bibit kentang varietas Granola Kembang untuk dibudidayakan, karena hasil produksinya cukup memuaskan, jelasnya.

Dari pengalaman bercocok tanam kentang jenis ini, nantinya dibuka klinik konsultasi bagi petani kentang tentang tantangan yang dialami petani bercocok tanam seperti serangan hama Balagering dan meseng, jelas Purba. (a06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2