Pertumbuhan Ekonomi Dipengaruhi Rendahnya Covid-19

Pertumbuhan Ekonomi Dipengaruhi Rendahnya Covid-19

  • Bagikan
Diseminasi informasi layanan BI terkait layanan kas dan penukaran uang rupiah dilakukan KPw BI Pematangsiantar Teuku Munandar (kiri) di lantai empat gedung BI, Jl. H. Adam Malik, Rabu (13/10) sore.(Waspada-Edoard Sinaga)
Diseminasi informasi layanan BI terkait layanan kas dan penukaran uang rupiah dilakukan KPw BI Pematangsiantar Teuku Munandar (kiri) di lantai empat gedung BI, Jl. H. Adam Malik, Rabu (13/10) sore.(Waspada-Edoard Sinaga)

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Pertumbuhan ekonomi Indonesia turut dipengaruhi semakin rendahnya angka kasus baru terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dimana data terkini hanya 620 kasus. Berbeda dengan Juni 2021, angkanya sempat 54.000 kasus, sementara di Kota Pematangsiantar, kasus baru dan meninggal tidak ada.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami perbaikan cukup baik di tengah pandemi Covid-19. Hal itu dapat dilihat dari harga komoditas ekspor yang mengalami kenaikan seperti harga tembaga naik 48,8 persen, batubara sekitar 85 persen, karet sekitar 19 persen, aluminium sekitar 37 persen dan kopi 34 persen,” sebut Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar Teuku Munandar saat diseminasi informasi layanan BI terkait layanan kas dan penukaran uang rupiah di lantai empat gedung BI, Jl. H. Adam Malik, Rabu (13/10) sore.

Menurut Munandar, pihak BI sendiri sangat optimis, perekonomian nasional, khususnya di Pematangsiantar akan lebih baik lagi, karena jumlah warga yang divaksin Covid-19 mulai meningkat.

“Peningkatan dana pihak ketiga pun, cukup baik seiring dengan menurunnya resiko kredit bermasalah atau macet. Kini, tabungan deposito dan giro sudah naik 13,16 persen sejak Agustus 2021 atau Rp 41,7 triliun dari Desember 2020 sekitar Rp 36,74 triliun. Pertumbuhan itu, dipastikan tidak lepas dari keuntungan usaha masyarakat dan dampaknya, masyarakat pun mempunyai kemampuan menabung di bank,” sebut Munandar.

Artinya, lanjut Munandar, kualitas kredit masyarakat membaik. “Kita juga melihat data perbankan di Pematangsiantar, dimana penyaluran kredit di Agustus 2021 mencapai Rp 27,8 triliun atau naik 6 persen dibandingkan Desember 2020. Jika itu sudah meningkat, itu artinya permintaan pelaku usaha mulai baik dan industri sudah menggeliat.”

“Sikap optimisme merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Kita  harus selalu bersikap optimis dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, karena dengan sikap optimis, semuanya akan menjadi lebih baik, termasuk pertumbuhan ekonomi,” ucap Munandar.

Menurut Munandar, perusahaan media juga terdampak pendemi Covid-19. “Biaya operasi bertambah, sedang pendapatan dari iklan semakin surut. Akibatnya, beberapa media tidak mampu memberikan gaji kepada pekerjanya, bahkan tidak bisa lagi beroperasi, hingga terjadi pengurangan tenaga kerja.”

“BI mengharapkan, media agar tetap dapat menjaga motivasi dan menimbulkan rasa optimisme dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia, diharapkan mampu membangun keyakinan masyarakat untuk mulai berinvestasi,” harap Munandar.(a28/C).

  • Bagikan