Waspada
Waspada » Persoalan Tanah Picu Keponakan Bunuh Paman Hingga Terbakar Di Deliserdang
Sumut

Persoalan Tanah Picu Keponakan Bunuh Paman Hingga Terbakar Di Deliserdang

Waka Polresta Deliserdang AKBP Julianto P Sirait, didampingi Wakasat Reskrim AKP Alexander Piliang saat memperlihatkan barang bukti dan tersangka kepada wartawan. Waspada/Edward Limbong
Waka Polresta Deliserdang AKBP Julianto P Sirait, didampingi Wakasat Reskrim AKP Alexander Piliang saat memperlihatkan barang bukti dan tersangka kepada wartawan. Waspada/Edward Limbong

 

DELISERDANG (Waspada): Satreskrim Polresta Deliserdang berhasil mengungkap kasus seorang petani bernama Ngasil Tarigan 69 yang ditemukan tewas dengan kondisi terbakar, di gubuknya di Desa Simempar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deliserdang. Peristiwa terjadi, Kamis 10 Oktober 2020. Pelaku adalah keponakan korban berinisial JS. Dia ditangkap di Kabupaten Dairi, Jum’at (22/1).

Pengungkapan kasus tersebut langsung dipaparkan Waka Polresta Deliserdang AKBP Julianto P Sirait, didampingi Wakasat Reskrim AKP Alexander Piliang, Kaurbin Ops Iptu Krisman Karosekali, Panit Pidum Ipda Ricardo Bancin dan Kasubbag Humas AKP Ansari, Senin (25/1) di Mapolresta Deliserdang.

Wakapolres Polres Deliserdang AKBP Julianto Sirait, mengatakan pembunuhan yang dilakukan Keponakan terhadap pamannya tersebut dipicu masalah tanah. Bermula dari pembagian tanah leluhur di Gunung Starge kepada 24 warga Desa Simempar.

“Namun surat tanah belum bisa dipecah karena masih ada perselisihan di pihak keluarga korban,” katanya.

Dijelaskan Wakapolresta, perselisihan terjadi lantaran korban tidak ingin di tanah leluhurnya itu, dibangun perumahan dan pembibitan bawang. Selisih paham itu, sempat dirembukkan pihak keluarga Selasa 8 Oktober 2020, namun belum juga ditemukan solusi.

“Korban lalu mengatakan kepada keluarganya, belum bisa memutuskan dan ingin ziarah dulu ke makam opungnya (kakek),” sebut Wakapolresta.

Puncak konflik terjadi pada Rabu 9 Oktober 2020 sekira pukul 19.30, JS mendatangi korban ke gubuknya untuk menindak lanjuti keputusan terhadap tanah yang bersengketa.

“Dalam pembicaraan tersebut JS menanyakan bagaimana kelanjutan tanah tersebut, dengan suara keras sehingga korban tersinggung. Setelah itu terjadilah perkelahian antara korban dan JS di dekat gubuk,” ujar Wakapolresta.

Saat perkelahian JS memukul kepala korban sebanyak 3 kali. JS juga membenturkan kepala korban dengan batu sebanyak 3 kali sehingga kepalanya terluka.

“Tersangka juga menyerang korban dengan lutut kananya, sehingga korban terjatuh dan kemudian menimpa gubuk korban,” sebut Wakapolresta.

Ternyata kata Wakapolresta, di dalam gubuk terdapat bara api, yang awalnya dijadikan korban untuk penghangat, sehingga gubuk terbakar. “Tersangka kemudian meninggalkan korban dalam keadaan kritis,” ungkap Wakapolresta.

Setelah kerjadian ini, esok harinya korban ditemukan dalam keadaan gosong. Polisi kemudian mnyelidiki kasus ini dan meduga pelakunya JS. Tersangka lalu melarikan diri

“(Saat pelarian) JS sering berpindah tempat, karena merupakan seorang penyanyi Karo, sehingga banyak teman atau relasi sehingga memudahkan tersangka pindah dari satu tempat ke tempat lain,’’ kata Wakapolresta.

Tersangka kata Wakapolresta sempat lari ke Provinsi Aceh selama 2 bulan, lalu Kabupaten Karo hingga terakhir ke Kabupaten Dairi.

“Tim lalu mengetahui JS berada di Desa Tengah Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi dan pada Jum’at (22/1) sekira pukul 21.00. Tim Jatanras Polresta Deliserdang lalu mengamankan,” ujar Wakapolresta.

Atas perbuatanya korban terancam pasal 338 dan atau pasal 351 ayat (3) dari KUHPidana. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang petani, Ngasil Tarigan warga Dusun II Desa Jambur Pulau Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai, ditemukan tewas terbakar di gubuk ladangnya di Dusun I, Desa Simempar Kecamatan Gunungmeriah Kabupaten Deliserdang, Kamis (10/9/2020) pagi. (a16)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2