Peringati Harlah NU Ke-94, Ribuan Warga P. Sidimpuan Gelar Istiqhosah - Waspada

Peringati Harlah NU Ke-94, Ribuan Warga P. Sidimpuan Gelar Istiqhosah

  • Bagikan
KH.Abdul Karim AB Nasution memberikan ceramah pada peringatan Harlah Ke- 94 NU di Masjid Agung Al- Abror P.Sidimpuan, Minggu (2/2).Waspada Mohot Lubis.
KH.Abdul Karim AB Nasution memberikan ceramah pada peringatan Harlah Ke- 94 NU di Masjid Agung Al- Abror P.Sidimpuan, Minggu (2/2).Waspada Mohot Lubis.

P.SIDIMPUAN (Waspada): Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang Ke-94, ribuan warga dan santri dari sejumlah pondok pesantren gelar Istiqhosah di Masjid Agung Al-Abror, P. Sidimpuan, Minggu (2/2).

Selain menggelar Istiqhodah dalam bentuk zikir dan sholawat yang dirangkai dengan dirangkai dengan tausiyah dari sesepuh NU P.Sidimpuan KH Abdul Karim Nasution AB, juga diwarnai dengan penyantunan puluhan anak yatim.

Peringatan Harlah NU tersebut dihadiri Wakil Walikota P.Sidimpuan Ir.Arwin Siregar, Wakapolres P.Sidimpuan Kompol M. Dalimunthe, Wadanyon 123 RW, Kapten Alex Donald Surbakti, Kodim 0212/TS, Mustasyar NU Kota P. Sidimpuan, Prof. Ibrahim Siregar, Rois Syuriah, Dr.Sumper Mulia Harahap, MA serta badan otonom (banom) NU.

Wakil Wali Kota P. Sidimpuan mengatakan NU merupakan organisasi yang banyak membantu pemerintah yang diawali dengan perjuangan membebaskan negeri dari penjajah. Kemudian membantu membina masyarakat, termasuk di bidang pendidikan dan keagamaan terutama melalui Pondok Pesantren.

NU Garda Terdepan Pengawal Moderasi Beragama

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota P. Sidimpuan, Misbahuddin Nasution, SH pada menuturkan, kiprah dan pengabdian NU kepada bangsa dan negara sudah diakui secara nasional dan internasional dalam membangun bangsa dan negara.

“Kiprah dan pengabdian itu merupakan pengorbanan para kyai dan santri NU dalam membebaskan bangsa ini dari kedzaliman penjajah, mengisi kemerdekaan dengan gerakan pembangunan di berbagai bidang,” tuturnya.

Rois Syuriah NU P.Siidmpuan Dr. Sumper Mulia Harahap menjelaskan eksistensi Jamiyyah NU harus diteguhkan kembali di tengah tengah masyarakat sebab Jamiyyah tidak dapat dipisahkan dengan umat

Menurutnya, Jamiyyah menjadi garda terdepan dalam berkhidmat untuk negeri. Jamiyyah NU menjadi pengawal moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jamiyyah selalu mengajarkan ajaran Islam yang toleran, Moderat inklusif dan sampai saat Ini Jamiyyah NU menjadi pengawal sejati empat pilar kebangsaan, pancasila, Binneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI,” Jelas Sumper.

KH. Abdul Karim Nasution, AB dalam ceramahnya mengungkapkan Khotmil Quran yang menjadi bahagian budaya di kalangan NU telah hilang karena tidak dilaksanakan lagi.(cml/B)

  • Bagikan