Waspada
Waspada » Periksa Saldo Penerima Bansos Di Batubara
Sumut

Periksa Saldo Penerima Bansos Di Batubara

 

LIMAPULUH (Waspada): Aparat terkait diminta turun memeriksa saldo warga penerima bansos program sembako apakah benar nol sebab diantara warga tidak mengakses sendiri, namun meminta bantuan jasa orang lain atau petugas lapangan saat membelanjakan di e warung guna menghindari kecurangan.

“Ini perlu dilakukan guna menghindari kemungkinan terjadinya kecurangan.Sebab bisa saja saat diakses berisi saldo. Iya kalau yang dipercayakan jujur. Kalau tidak bagaimana,” tukas seorang tokoh pemuda di Kab Batubara Ikhwan ST menanggapi adanya dugaan warga penerima tidak langsung mengakses di e warung saat membelanjakan,  melainkan menggunakan jasa orang lain, bahkan petugas lapangan, Minggu (11/4).

Hal itu dikuatkan penjelasan Ucok warga Labuhan Ruku Kec Talawi seorang penerima bansos sembako (BPNT), menyerahkan kartunya kepada petugas lapangan untuk mengakses mencek saldonya agar dapat dibelanjakan di e warung di lingkungan tempat tinggalnya, namun sampai sekarang mendapat jawaban saldonya masih nol, sehingga warga yang tidak mempunyai pekerjaan tetap ini belum mendapat bantuan  sembako selama empat bulan terhitung dari Januari, Februari , Maret dan April.

Padahal tahun sebelumnya penyaluran bansos program BPNT tidak ada masalah dan dirinya tetap mendapat setiap bulan.

“Ini kita tidak ketahui, apa benar warga tidak mendapat karena saldo nol atau tidak karena masalah lain dicurangi. Benar tidaknya hal ini diperlukan  penelusuran yang mendalam kelapangan,” tambah Ikhwan dan mengatakan hal ini kemungkinan saja tidak Ucok sendiri, namun ada Ucok lainnya mengalami hal sama, terutama yang berada di kawasan pedalaman/pelosok desa di Batubara.

Nano warga lainnya mengatakan ibunya dan seorang tetangga selama ini mendapat bansos sembako, setelah tahun 2021 tidak pernah lagi mendapatkan yang dibelanjakan di e warung dengan alasan data tidak valid.

“Kok baru sekarang ada dilakukan validasi data. Kok tidak dari awal program bergulir, sehingga warga tidak merasa dirugikan.Sebab tahun sebelumnya mendapat, sekarang tidak mendapat,” ujarnya.

Hal sama dikatakan Nasir warga Simpang Tiga Desa Pahang istrinya beserta sejumlah warga lainnya, sudah empat bulan tidak mendapat dengan alasan data tidak valid sebagaimana dikatakan petugas pendamping.

Anehnya jika data tidak valid. Kenapa diantara warga dapat menerima  BLT yang dicairkan di bank. Kok saat membelanjakan di e warung saldo nol dengan alasan data tidak valid.

“Selama ini penyalurannya tidak ada masalah dan tetap bisa  dibelanjakan,” ujarnya.

Belum lagi dikatakan Jhon Adek nama menantunya tertera apakah namanya program bantuan sembako yang diganti  BLT sebesar Rp 200 ribu tahun lalu, saat akan mengambil ke kantor camat tidak diberikan oleh petugas sebab bukan langsung menantunya menerima karena sedang merantau ke Malaysia dan diwakili oleh putrinya yang tinggal bersama dirinya tidak mendapatkan bantuan.Jika bantuan tunai itu tidak diberikan. Dikemanakan dananya. Apa kembali ke kas negara.

“Hal ini perlu dipertanyakan sebab bukan terjadi pada anak menantunya saja, namun ada sejumlah warga lainnya, bahkan dirinya siap untuk menghadirkan jika diperlukan,” ujar Ketua LPM Labuhan Ruku tersebut.

Sebelumnya diberitakan mencapai belasan ribu atau 50 persen warga penerima BPNT di Batubara tidak valid  dan dilakukan perbaikan dari 23 ribu penerima BPNT program sembako sebagaimana dijelaskan Koordinator BPNT Kab Batubara Soni.

Validasi data warga penerima ini dilakukan sebab baru ada aturannya sekarang dan satu data dengan Kemendagri.(a18)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2