Waspada
Waspada » Peredaran Gelap Narkotika Saat Ini Memprihatinkan
Sumut

Peredaran Gelap Narkotika Saat Ini Memprihatinkan

Pemusnahan BB dilakukan Kasat Narkoba AKP David Sinaga (tengah/foto bawah) di Mapolres, Jl. Jend. Sudirman, Kamis (23/4).(Waspada-Edoard Sinaga/B).

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika saat ini menjadi masalah yang memprihatinkan pemerintah dan masyarakat, hingga memerlukan strategi yang melibatkan seluruh komponen bangsa, dalam satu komitmen bersama untuk melaksanakan pencegahan peredaran narkotika di tengah-tengah masyarakat.

“Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang telah memasuki segala lapisan umur dalam masyarakat. Tidak hanya orang dewasa dan laki-laki, tapi anak-anak dan perempuan juga telah terindikasi narkotika. Kepolisian, khususnya Satres Narkoba memerlukan dukungan masyarakat, terutama dukungan informasi, hingga ruang gerak para pengedar dapat dipersempit dan kemudian dihilangkan,” harap Kapolres Kota Pematangsiantar AKBP Budi Pardamean Saragih saat pemusnahan barang bukti (BB) narkotika di Mapolres, Jl. Jend. Sudirman, Kamis (23/4).

BB narkotika yang dimusnahkan jenis ganja seberat 1.350,63 gram, sabu-sabu (SS) 181,75 gram dan pil ekstasi 140 butir, hasil pengungkapan kasus pada Maret 2020 dan disita dari empat tersangka.

Sementara, dari hasil pengungkapan kasus narkotika dilakukan Polres tahun 2020, sudah ada 90 tersangka dari 71 kasus dengan BB SS 292,14 gram, ganja 59.649,529 gram dan pil ekstasi 154 butir.

“Pemusnahan BB kita lakukan, untuk mengurangi peredaran narkotika, agar anak cucu kita kelak menjadi selamat dan terbebas dari pengaruh narkotika,” sebut Kapolres didampingi Kasat Narkoba AKP David Sinaga kepada yang mewakili Ketua Pengadilan, Kajari, pihak kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan para pejabat Polres.

Kapolres juga mengajak pemangku kepentingan, instansi, kelompok masyarakat, menyelamatkan keluarga, masyarakat dan bangsa dari bahaya narkotika.

“Tidak ada kenikmatan dengan narkotika, yang terjadi hanyalah kesengsaraan sepanjang hayat.”

Pemusnahan ganja yang dibakar di dalam tungku, SS dan pil ekstasi diblender dan ditanam, dilakukan sesudah pihak kesehatan memeriksa BAB itu.(a30/C).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2