Waspada
Waspada » Penyebab Paus Terdampar Dan Mati
Sumut

Penyebab Paus Terdampar Dan Mati

Bangkai paus mulai membusuk di bibir pantai 200 meter dari hutan Bakau Gedapo, Silau Laut, Kabupaten Asahan. Waspada/Nurkarim Nehe
Bangkai paus mulai membusuk di bibir pantai 200 meter dari hutan Bakau Gedapo, Silau Laut, Kabupaten Asahan. Waspada/Nurkarim Nehe

Hal itu diungkapkan Akademisi Universitas Asahan (UNA) Dr. Dafit Ariyanto S.Kel, saat berbincang dengan Waspada Rabu (15/1). Menurutnya ada beberapa faktor penyebab paus ini terdampar, yaitu dikarenakan persediaan makanannya, sehingga mendorongnya ke laut dangkal, namun ketika ingin kembali ke lautan bebas, ikan itu tidak mampu.

“Ada kemungkinan sewaktu dia di laut dangkal, memakan yang tidak layak, sehingga mempengaruhi sistem percernaannya dan terdampar,” jelas Dafit.

Selain itu kondisi lingkungan, kata Dafit, sangat mempengaruhi penyebab migrasi paus. Namun saat perpindahan itu paus tersesat atau kehabisan persediaan makanan, sehingga berenang ke laut dangkal.

Pencemaran lingkungan merupakan isu krusial, kata Dafit, limbah rumahtangga dan pencemaran suara. Hal ini mempunyai perhatian serius agar paus dapat melangsungkan kelangsungan hidup. Pencemaran yang lain berpengaruh terhadap keberadaan paus adalah pencemaran suara di laut. Paus ini mempunyai fitur anatomi mereka yang paling khas adalah organ spermaceti, sebuah kompleks hidung masif, yang menghasilkan ekolokasi yang kuat yang digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan objek dan sebagai alat navigasi untuk berkelana atau berburu.

“Namun demikian, ini hanya sekedar dugaan, untuk lebih pastinya tentunya harus dilakukan penelitian lebih mendalam, seperti melihat isi perut paus. Apakah dia memakan sampah di lautan, atau mengkonsumsi makanan yang tidak layak,” jelas Dafit. (a10/a15/a31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2