Waspada
Waspada » Penyaluran Bansos Di Batubara Dinilai Kacau
Sumut

Penyaluran Bansos Di Batubara Dinilai Kacau

Sekdakab: Belum Ada Dilaporkan

TAMPAK pintu ruangan kerja Kadinsos Kab Batubara masih tertutup rapat. Menurut stafnya Kadinsos belum masuk. Penyaluran Bansos Di Batubara Dinilai Kacau. Waspada/Iwan Has
TAMPAK pintu ruangan kerja Kadinsos Kab Batubara masih tertutup rapat. Menurut stafnya Kadinsos belum masuk. Penyaluran Bansos Di Batubara Dinilai Kacau. Waspada/Iwan Has

LIMAPULUH (Waspada): Warga miskin dan tidak mampu di Desa Suka Jaya, Kec Tanjungtiram Kab Batubara hingga kini masih menanti Bansos sembako selama tiga bulan, sedangkan warga penerima manfaat lainnya yang masih dalam satu desa telah mendapat selama dua bulan terhitung Januari dan Februari 2021.

Untuk Maret sampai minggu ketiga ini Bansos belum diterima warga dan tidak diketahui penyebab keterlambatan penyaluran tersebut yang hampir terjadi di setiap desa di Batubara. Padahal sebagian e-warung mempunyai stok beras .

Ada yang mengatakan sembako belum diterima karena saldo kartu warga penerima kosong sehingga belum dapat  dibelanjakan.

“Ini kita tidak ketahui. Bulan sebelumnya minggu kedua Bansos sembako sudah bisa dibelanjakan, namun kali ini sudah memasuki minggu ketiga Maret belum juga dapat. Kok bisa begini. Stok beras di rumah mau habis. Ditambah kondisi laut kini sulit mendapatkan hasil tangkapan. Buat belanja operasional melaut saja terpaksa mengutang. Jika terus kondisinya begini, apa lagi mau dimakan. Beras Bansos diharapkan tak kunjung dapat,” sebut Ikhwan, ST salah seorang tokoh pemuda di Kab Batubara menanggapi kacaunya penyaluran Bansos sembako

Hal ini ditandai dengan adanya warga yang mendapatkannya dan ada pula yang tidak dengan alasan pihak Dinsos tidak validnya data penerima. Sedangkan penyaluran sebelumnya tidak ada masalah dan warga tetap mendapat.

Warga mengaku Bansos sembako program Kemensos RI bagi warga miskin nilainya Rp200 ribu/KK itu sangat diharapkan sebab dapat menambah kecukupan kebutuhan sehari-hari yang tujuannya tidak lain untuk membantu warga di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap sendi kehidupan di masyarakat.

Hal itu diakui oleh Wakil Ketua DPRD Kab Batubara Ismar Khomri, pandemi Covid-19 sangat berdampak hampir seluruh sendi kehidupan di masyarakat, baik nelayan, pedagang dan lainnya yang perlu diperhatikan pemerintah, setidaknya melalui anggaran refocusing alokasinya diharapkan dapat membantu masyarakat.

Kadis Sosial Kab Batubara Ishak Liza maupun Sekretarisnya Yandi, saat dihubungi Waspada.id, Senin (22/3), tidak berada di kantor tempat tugasnya karena belum masuk, bahkan pintu ruang kerjanya masih tertutup rapat, sedangkan stafnya mengaku Kadis belum masuk dan tidak diketahui kemana sebab tidak ada pemberitahuan.

Di tempat terpisah, Sekdakab Batubara H Sakti Alam Siregar, SH menyarankan Waspada.id untuk mengkonfirmasi langsung Kadis Sosial selaku pejabat terkait. Sebab dirinya mengaku belum mendapat laporan mengenai penyaluran Bansos.

Sebelumnya, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Batubara mengatakan peran Dinsos sebatas mengawasi. Terkait ada keluarga penerima manfaat tak mendapat Bansos beras (sembako) bukan karena adanya pengurangan Bansos yang disalurkan, namun bidangnya masih melakukan perbaikan data warga penerima. Sebab ada NIK ganda dan nama mencapai 13 000 KK dari 23 000 KK warga KPM se Kab Batubara.

“Mungkin tahun sebelumnya mereka dapat, kini tidak dapat karena adanya perbaikan data,” ujarnya sembari mengatakan Bansos sembako kini telah berjalan tiga bulan dan dibelanjakan di e-warung.(a18)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2