Waspada
Waspada » Penutupan Objek Wisata Dan Anak Sekolah Dirumahkan Diperpanjang
Sumut

Penutupan Objek Wisata Dan Anak Sekolah Dirumahkan Diperpanjang

Penatapan Bakar jagung ramai dikunjungi tamu wisata, foto dipetik Rabu 27 Mai 2020.Waspada/Panitra Nedy
Penatapan Bakar jagung ramai dikunjungi tamu wisata, foto dipetik Rabu 27 Mai 2020.Waspada/Panitra Nedy

TANAH KARO (Waspada): Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Karo kembali memperpanjang masa penutupan objek wisata dan usaha pariwisata di lingkungan Pemkab Karo hingga 14 Juni 2020.

Surat perpanjangan penutupan objek wisata dan usaha pariwisata ini, tertuang melalui surat No.556/429/Pariwisata/2020 yang ditanda tangani Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Munarta Ginting SP.

Munarta Ginting kepada Waspada, Jumat (29/5) sore menyebutkan, perpanjangan masa penutupan objek wisata dan usaha pariwisata di lingkungan Pemkab Karo diperpanjang selama 14 hari ke depan dari sebelumnya sampai 30 Mei 2020.

objek wisata Bakar Jagung

Ketika Waspada menyinggung tentang objek wisata Penatapan Bakar jagung sudah dibuka pengusahanya, Munarta menjawab surat penutupan objek wisata dan usaha pariwisata telah disampaikan kepada para Camat, dan tentunya diteruskan kepada pemerintahan desa.

Untuk tahapan ini, seharusnya pihak pemerintahan desa mengambil sebuah sikab berdasarkan surat tersebut. Dan menurut Munarta Ginting, penatpen bakar jagung adalah warung kuliner dan bukan objek wisata.

Untuk penertiban terhadap objek wisata dan usaha pariwisata yang tidak mengindahkan surat tersebut, wewenangnya berada di Gugus Tugas.

Sejak lebaran pertama hingga saat ini, pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah melakukan monitoring ke sejumlah objek wista, dan bagi mereka yang ditemukan membuka usaha pariwisata pada jam tertentu disarankan agar mengikuti Protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19, sebab kata mereka sudah tiga bulan telah menutup usahanya.

Terkait langkah yang dilakukan Satlantas Polres Tanah Karo dan Dinas Perhubungan meminta pengemudi memutar arah bila sedang melakukan perjalanan wisata ke dataran tinggi Karo, diapresiasi sekali, kata Munar.

Namun langkah ini dianggap belum maksimal, karena setelah petugas pergi meninggalkan lokasi, banyak pengunjung wisata dari luar daerah berdatangan ke Karo, jadi langkah-langkah antisipasi penyebaran Virus Corona, belum sepenuhnya, jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Karo DR. Drs. Edi Surianta Surbakti M.Pd melalui telepon selulernya kepada wartawan menyebutkan,  proses belajar mandiri masih tetap diperpanjang hingga pembagian raport kenaikan kelas.

Untuk pelaksanaan ujian juga, masih diberlakukan dengan sistem seperti biasa melalui tugas belajar di rumah.

Sedangkan proses belajar ditahun ajaran baru kata Kepala Dinas Pendidikan, pihaknya masih mempelajari sistem belajar yang akan diterapkan saat ajaran baru, singkatnya. (a06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2