Waspada
Waspada » Pensiunan BKD Pematangsiantar Dianiaya, Dirampok Dan Disekap
Sumut

Pensiunan BKD Pematangsiantar Dianiaya, Dirampok Dan Disekap

Kamar Indra Bakti Lubis, 62, pensiunan BKD Pemko Pematangsiantar dimana korban diduga dianiaya, dirampok dan disekap pelaku yang merupakan kenalannya.(Waspada-ist).

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Pensiunan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Pematangsiantar, Indra Bakti Lubis, 62, warga Jl. Ringroad Nagahuta, Kel. Setia Negara, Kec. Siantar Sitalasari diduga dianiaya, dirampok dan disekap bersama kakaknya Wilda Lubis, 64.

Korban dianiaya, dirampok dan disekap bersama kakaknya di rumahnya, oleh pria kenalan korban bermarga M dan sering dipanggil Pak Best yang saat itu numpang istirahat di rumahnya Selasa (28/7).

Kapolres Pematangsiantar AKBP Budi Pardamean Saragih melalui Kasubbag Humas Iptu Rusdi dan Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto, Sabtu (1/8) sore, menyebutkan korban baru melaporkan kasus dugaan penganiayaan, perampokan dan penyekapan itu ke Polres pada Sabtu siang.

Menurut korban, sebelum kejadian, dia bertemu dengan pelaku yang sudah dikenalnya, karena sering minum kopi bersama di warung depan stasiun Kereta Api (KA), Jl. Kartini Bawah, Kel. Proklamasi, Kec. Siantar Barat, pada Senin (27/7).

Pelaku dengan ciri-ciri berbadan tegap, rambut cepak dan sering ke rumah pacarnya L di Jl. Mataram I, Kel. Melayu, Kec. Siantar Barat serta bekerja sebagai sopir mobil pengangkut buah, bertemu dengan korban hanya lima menit, karena korban hendak pulang.

Namun, korban mengurungkan niatnya karena hujan deras turun dan menginap di warung itu. Pada besok paginya korban beranjak dari warung dengan mengenderai sepedamotornya Honda Grand Astrea. Ketika melintas di depan stasiun Indah Taksi, korban bertemu pelaku yang sedang berdiri di depan loket Indah Taksi, yang masih lokasi stasiun KA.

Pelaku saat itu bertanya kepada korban mau kemana dan korban menjawab mau pulang. Pelaku meminta ikut ke rumah korban untuk berisitirahat dan korban membolehkan.

Ketika sampai di rumahnya, korban meminta pelaku jangan lama-lama istirahat, karena pukul 09:00 akan menjemput kakaknya Wilda Lubis. Namun, sebelum pukul 09:00, kakak korban sudah pulang, hingga korban tidur di kamarnya.

Tidak berapa lama tidur, korban bangun dan pergi ke kamar mandi. Namun, pelaku saat itu ada di dalam kamar mandi mencuci muka dan meminta handuk untuk melap mukanya. Korban menuruti, namun saat berbalik, pelaku tiba-tiba memiting tubuh korban dan memaksanya masuk ke dalam kamar.

Korban mencoba meronta, hingga membuat pelaku marah dan memukuli kepala korban dan membeturkannya ke lantai. Akibatnya, kepala korban luka dan mengeluarkan banyak darah. Mendengar suara ribut-ribut, kakak korban mendatangi kamar korban.

Namun, pelaku langsung mengancam kakak korban dengan mengacungkan sebilah parang dan menggiring kakak korban masuk ke dalam kamar serta mengurung korban bersama kakaknya dalam kamar dengan mengunci pintu kamar.

Setelah satu jam berteriak-teriak minta tolong, seorang warga yang berprofesi sebagai sopir mendengar teriakan korban dan kakaknya ketika melintas dari depan rumah korban. Warga itu segera masuk ke dalam rumah dan mendobrak pintu kamar serta membawa korban berobat ke Rumah Sakit Tentara (RST).

Menurut korban, pelaku turut membawa kabur barang berharga miliknya berupa uang Rp 2,5 juta yang diambil dari kantong celana yang dipakai korban, satu unit HP merk Xiaomi dan tiga cincin emas.

Kasat Reskrim menyebutkan laporan korban segera ditindaklanjuti dengan meminta keterangan korban dan kakaknya, melakukan olah tempat kejadian di rumah korban serta tempat lainnya dan melakukan pencarian terhadap pelaku.(a28/C).

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2