Penjaga Ternak Ayam Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Di Pematangsiantar

  • Bagikan

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Seorang pria penjaga peternakan ayam, korban Ardiansyah, 27, ditemukan tewas dalam keadaan berlumuran darah di peternakan ayam Yudha Farm, Jl. Medan, Gg. Air Bersih, Kel. Nagapitu, Kec. Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Selasa (10/5) sore.

Korban, warga Dusun Serapuh, Desa Dolok Malela, Kec. Gunung Malela, Kab. Simalungun pertama kali ditemukan penjaga peternakan ayam lainnya dalam kondisi sudah tewas.

Ketika ditemukan, korban dalam posisi telentang dan wajah terlihat membiru. Informasi tentang temuan mayat itu sampai ke Sat Reskrim Polres Pematangsiantar dan segera mendatangi tempat kejadian guna melakukan identifikasi dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi, termasuk pemilik ternak ayam.

Adik pemilik ternak ayam, Ernita membenarkan korban merupakan pekerja jaga malam di peternakan ayam milik abangnya.

Menurut Ernita, informasi tewasnya korban dalam kondisi bersimbah darah, membuatnya sangat terkejut, karena beberapa sehari sebelumnya, dia masih sempat ngobrol dengan korban dan korban terlihat sehat.

Ernita menambahkan, korban memang jaga malam di peternakan ayam itu dan bergantian dengan satu lagi penjaga peternakan ayam.

Sedang ayah korban, Pii, mengungkapkan, dua bulan lalu, adik korban meninggal dunia akibat menderita sakit asam lambung dan korban saat itu datang untuk melayat.

Namun, selesai melayat, korban kembali bekerja seperti biasa di peternakan ayam itu dan tidak pernah pulang, termasuk saat Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Ketika jenazah korban hendak dibawa ke rumah duka dengan mobil ambulance, Kasat Reskrim Polres AKP Banuara Manurung muncul dengan mengenderai sepedamotor dan meminta agar jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Djasamen untuk dilakukan autopsi.’

Sempat terjadi perdebatan, karena pihak keluarga keberatan korban dibawa ke rumah sakit untuk autopsi. Namun, akhirnya pihak keluarga korban bersedia korban dibawa ke rumah sakit untuk autopsi, setelah dibujuk Kasat Reskrim.

Dengan sikap membujuk, Kasat Reskrim menyebutkan akan menanggung biaya autopsinya dan menjelaskan autopsi hanya sebentar saja ditangani dokter dan itu memang sudah menjadi kewajiban mereka sebagai polisi serta memang sudah prosedurnya.

Setelah sampai tigapuluh menit dibujuk, akhirnya orangtua korban menyetujui korban dibawa ke ruang forensik RSUD dr. Djasamen Saragih, dengan  permintaan prosesnya tidak memakan waktu yang lama.

Setelah dibawa ke RSUD dr. Djasamen Saragih dan dilakukan proses autopsi luar, dokter spesialis forensik dr. Reinhard Hutahaean menyebutkan korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

Menurut dr. Reinhard, dari hasil pemeriksaan, korban memang ada mengalami sakit paru-paru dan mengenai darah di tubuh korban, karena memang cenderung dari proses pembusukan dan penyakit tertentu juga dapat mengeluarkan darah.   

Dari hasil pemeriksaan, imbuh dr. Reinhard, di tubuh korban, sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Usai dilakukan autopsi, ayah korban langsung membawa jenazah korban ke rumah duka, untuk acara pengebumian.(a28).

Keterangan foto: Jenazah penjaga peternakan ayam, korban Ardiansyah, 27, dievakuasi warga setelah ditemukan tewas dengan berlumuran darah di peternakan ayam Yudha Farm, Jl. Medan, Gg. Air Bersih, Kel. Nagapitu, Kec. Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Selasa (10/5) sore.(Waspada-Edoard Sinaga).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *