Penindakan BMM Tunggu Keputusan Bersama

Penindakan BMM Tunggu Keputusan Bersama

  • Bagikan
Kemacetan di Simpang Empat Kebun Lada yang disebabkan kendaraan pengunjung BMM parkir liar di jalan protokol. (Waspada/Ria Hamdani)
Kemacetan di Simpang Empat Kebun Lada yang disebabkan kendaraan pengunjung BMM parkir liar di jalan protokol. (Waspada/Ria Hamdani)

BINJAI (Waspada): Dugaan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) yang dilakukan Binjai Milenial Market masih bergulir di Polres Binjai.

Penegakkan hukum terhadap pengelola BMM pun masih ditunggu oleh masyarakat Binjai. Sebab, sampai saat ini usaha tersebut masih beroperasi seperti biasa.

Kasubbag Humas Polres Binjai AKP Siswanto Ginting, Kamis (18/11), mengatakan, pendalaman dugaan pelanggaran prokes BMM tidak bisa hanya dilakukan pihak kepolisian.

Menurut Siswanto, pendalam kasus ini akan melibatkan tim yang tergabung dalam Satuan Tugas Covid-19 Kota Binjai. “Di dalam Satgas terdiri dari TNI/Polri dan Pemko Binjai. Karena itu kita tetap berkoordinasi terlebih dahulu,” kata Siswanto.

Sejauh ini, sebutnya, pihak kepolisian sudah mengundang pengelola BMM dan yang bersangkutan sudah hadir ke Polres Binjai. “Untuk hasil dan teknis penyidikan belum bisa disampaikan,” ucapnya.

Siswanto menegaskan, bahwa tindakan atau sanksi yang akan diberikan terhadap pengelola BMM tentunya akan diputuskan bersama tim Gugus Tugas Covid-19. “Kita tunggu hasil keputusan bersama nanti,” paparnya.

Seperti diketahui, pasca dibukanya BMM mencuat sejumlah dugaan pelanggaran, mulai dari persoalan hiburan waria, macetnya akses jalan di Simpang Empat Kebun Lada, dugaan belum memiliki izin, baik izin keramaian saat pembukaan maupun izin usaha, hingga pelanggaran protokol kesehatan.

Meski persoalan ini belum memiliki penyelesaian, tetapi usaha makanan dan hiburan rakyat itu masih terus beroperasi.

Ketua DPRD Binjai Noor Sri Syahalam Putra, sebelumnya menegaskan, agar BMM untuk ditutup sementara jika tidak didukung izin.

“Hasil kesepakatan dalam rapat dengar pendapat (RDP) kami kemarin dengan Dinas Perizinan, Dinas Parawisata, dan Satgas Covid-19, kami beriwaktu dalam tempo 2×24 jam, jika tidak ada izin kami rekomendasikan ditutup sampai izinnya selesai,” tehgas Noor Sri Syahalam Putra.

Sebelumnya, Sekda Kota Binjai Irwansyah, mengakui kecolongan dengan aksi waria pada hiburan BMM. Terkait lahan parkir, Irwansyah menegaskan akan membahas lebih lanjut dengan Dinas Perhubungan.(a34)

  • Bagikan