Waspada
Waspada » Pengukuhan MUI T.Tinggi 2020-2025 
Sumut

Pengukuhan MUI T.Tinggi 2020-2025 

 

TEBINGTINGGI (Waspada): Tantangan utama Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah menyatukan umat yang berbeda paham, pendapat, golongan, dan perbedaan latar belakang. Untuk itu, mari kita satukan perbedaan tersebut.

Pesan tersebut disampaikan Walikota Tebingtinggi, Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM saat pengukuhan Dewan Pimpinan dan Komisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebingtinggi masa khidmat 2020-2025 di Gedung Balai Pertemuan Kartini, Jalan Gunung Lauser BP7, Sabtu (10/4).

Tantangan kedua, katanya, bagaimana mengatasi kemiskinan umat kita saat ini, karena bagaimanapun kemiskinan itu dekat dengan kekufuran.

Orang yang kufur ini karena fakir, ini yang menjadi bahan yang perlu dipertimbangkan dan ketiga, bagaimana meningkatkan kualias keimanan dan ketakwaan anak-anak kita kedepannya.

Sebagaimana dalam organisasi, susunlah road map (peta jalan) apa yang mau dikerjakan, sesuai dengan apa yang menjadi tantangan,” ucapnya.

Menurutnya, perlu ada program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang. “Saya senang hadir di sini akademisi dan praktisi ekonomi bisnis, Doktor Jakpar Syahbuddin Ritonga, DBA dan Danil Sultan,SE,” ucapnya.

Dia berkeyakinan, kalau semua pengurus dan komisi bekerja dengan baik, insya allah negeri yang baik, baldatun thoyibun ghofur akan tercapai.

Dikatakannya, MUI adalah mitra utama pemerintah dan menjadi benteng utama bagi umat. Kepengurus baru MUI ini merupakan penggabungan kalangan tua dan melenial, tentunya tongkat estafet kepemimpinan akan berjalan dengan baik.

Ketua MUI Provinsi Sumut Dr. Maratua Simanjuntak dalam sambutannya mengatakan, kalau ulama baik, umara baik, baiklah umat ini.

Ulama orang yang mempunyai ilmu pengetahuan tentang agama sedangkan umara orang yang memiliki kekuasaan. Ulama diperlukan mitranya umara, ulama tidak bisa berjalan sendiri . Ulama meluruskan manakala ada yang perlu diluruskan.

Ulama adalah panutan umat, tidak hanya ulama, tapi juga anak istrinya, karena mereka juga disebut anak atau istri ulama.

Makanya pengurus yang dikukuhkan mengenakan seragam sarung, peci, dan jas agar mereka mewarisi penampilan ulama-ulama terdahulu.

Ketua Umum MUI Tebingtinggi Akhyar Nasution didampingi Sekretaris Umum Dr. H. Hasbie Assidiqqi,MM mengharapkan kerjasama yang baik antara pimpinan dan komisi agar mampu memberikan kontribusi yang baik bagi umat khususnya di Kota Tebingtinggi meweujudkan Qudwah Hasanah (teladan).

Tidak hanya komisi fatwa tapi juga komisi ekonomi diperlukan menjadi garda terdepan MUI saat ini.

“Kami yakin komisi-komisi yang dibentuk mewakili dari semua unsur untuk membentengi permasalahan keumatan,” ucapnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekum MUI Sumut Dr. Asmuni, Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiarso, Kejari Mustaqin, SH, MH, Ketua DPRD Basaruddin Nasution, SH, OPD dan ormas Islam di Tebingtinggi.

Susunan kepengurusan Dewan Pimpinan MUI Tebingtinggi masa khitmad 2020-2025 yang dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI Provinsi Sumut terdiri dari, Ketua Umum Ahkyar Nasution, Sekretaris umum Dr. Hasbie Assidiqi, MM, Wakil Ketua Daulat Sibarani, H. Sujarno Alamsyah, MM, H. Agusul Khoir, SAg, H. Syamsudin Harahap, SPdi, H. Yusnul Adhar,SE, Dra. Hj. Naziah, H. Sahbana,MM, Jufri, Mkom, H. Aznam Siregar, H. Abu Hasyim Siregar, SH, H. Alfi Syahri Siregar, Dr. Muhammad Idris. Wakil Sekretaris Aidil, MSi, Syaiful Husairi Purba, H. Rahmat Suud, Tagor Mulia, H. Khairul Syah Lubis, Drs. Hj. Afnijar, Syaiful Azhar, Spdi, Ngadiono, Shi, Drs. Abdul Holid, Zulmi Ardiasyah,Spdi, Syahbuddin Abduh Hasibuan, SHI, Ahmad Fauzan, Apt. serta dilengkapi anggota-anggota komisi. (a04/a37/b)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2