Waspada
Waspada » Pengairan ratusan Hektar sawah di Palas terancam akibat galian C
Sumut

Pengairan ratusan Hektar sawah di Palas terancam akibat galian C

PALAS ( Waspada ): Pengairan ratusan hektar lahan sawah di Padanglawas (Palas) terancam akibat galian C yang beroperasi di desa Tapian Nauli dan Simanuldang jae kecamatan Ulu Barumun.

Menurut keterangan yang dihimpun Waspada, Sabtu (7/11) bahwa sejak beroperasinya tambang galian C di daerah itu, pengairan lahan persawahan masyarakat dari puluhan desa terganggu.

Termasuk lahan persawahan masyarakat desa Tapian Nauli, Simanuldang jae, Sigorbus Julu, Sigorbus Jae, mompang, Sitarolo, Hasahatan Julu, Hasahatan Jae, Siolip, Sabarimba, Binabo Julu, dan desa Binabo jae.

Seperti kata Abdul Rahman Hasibuan, warga desa Simanuldang jae, semenjak beroperasi tambang galian C itu, pengairan irigasi lubuk marsonja sering terganggu.

Bahkan pernah terancam putus, akibatnya ratusan hektar lahan persawahan masyarakat di daerah hilir tidak bisa diusahai karena tidak ada pengairan.

Sementara menurut Hanafi Hasibuan, Kepala Desa Simanuldang Jae saat ditemui mengatakan, akibat pengambilan material berupa batu kali, dan pasir dari sungai Barumun telah menyebabkan rusaknya kondisi permukaan aliran sungai.

Tidak hanya permukaan dan debit sungai yang rusak, tetapi ratusan hektar areal persawahan warga menjadi terganggu. Malah keadaannya semakin parah ketika memasuki musim kemarau.

“Saya sering menerima keluhan laporan dari warga sejak beroperasinya tambang galian C tersebut, ratusan hektar lahan sawah terganggu”, katanya.

Apalagi menurutnya ada ribuan warga yang menggantungkan hidup dari ratusan hektar lahan persawahan di hilir jaringan irigasi lubuk marsonja itu.

Dan selama ini Bendung dan irigasi lubuk marsonja yang berada di sungai Barumun, sekitar desa Tapian Nauli mampu mengaliri pengairan areal persawahan warga, namu setelah beroperasi tambang galian C, bendungan sering jebol dan pengairan irigasi sering terganggu.

Apalagi akibat seringnya bendungan jebol kata Hanapi akibat permukaan air sudah jauh ke bawah turun. Kalaupun dibendung debit air sulit naik karena badan sungai tidak lagi menyatu.

Sehingga jika tambang galian C masih terus beroperasi, tidak tertutup kemungkinan lahan persawahan warga yang sudah puluhan tahun dikelola itu dan diusahai untuk bertanam padi sawah terancam tidak bisa diusahai, tegasnya. (a30/C)

Keterangan foto: Pengairan Ratusan Hektar lahan sawah terancam akibat beroperasinya tambang galian C di kecamatan Ulu Barumun kabupaten Padanglawas. (Waspada/Idaham Butar Butar/B)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2