Waspada
Waspada » Penerima Hibah Kambing Dikutip Rp100 Ribu Di Perkebunan Marsel
Headlines Sumut

Penerima Hibah Kambing Dikutip Rp100 Ribu Di Perkebunan Marsel

KANTOR Kepala Desa Perkebunan Marsel, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labura. Penerima Hibah Kambing Dikutip Rp100 Ribu Di Perkebunan Marsel. Waspada/Rifiq Syahri
KANTOR Kepala Desa Perkebunan Marsel, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labura. Penerima Hibah Kambing Dikutip Rp100 Ribu Di Perkebunan Marsel. Waspada/Rifiq Syahri

AEKKANOPAN (Waspada) : Penerima hibah kambing kelompok tani ternak dikutip Rp100 per orang di Desa Perkebunan Marbau Selatan (Marsel), Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Hibah kambing bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di mana dikucurkan kepada 8 kelompok tani ternak di seluruh dusun yang ada di Desa Perkebunan Marsel. Kabarnya perkelompok tani ternak memperoleh kambing sebanyak 14 ekor dan setiap anggota menerima 2-3 ekor kambing.

Seorang warga Desa Perkebunan Marsel pada Waspada.id, Jumat (22/1) mengatakan, Desa Perkebunan Marsel mengeluarkan hibah pada masyarakat berupa kambing, namun peranggota dikutip Rp100 ribu.

“Siapa yang jadi anggota kelompok tani ternak diminta Rp100 ribu perkepala. Di Desa Perkebunan Marsel ada 7 dusun. Tentunya paling tidak terdapat 7 kelompok tani ternak dengan masing-masing anggota perkelompok 6-7 orang,” kata seorang warga yang minta dirahasiakan namanya.

Dijelaskannya, pada tahun 2019 Desa Perkebunan Marsel menyalurkan dana Bumdes berupa lembu. Kali ini penerima hibah kambing, ironisnya dikutip Rp100 perorang, tahun 2020 hibah kambing dianggarkan melalui DD.

“Perkelompok atau perdusun jumlah kambing yang diberikan 14 ekor, anggotanya bervariasi, ada 6-7 anggota perkelompok, perorang mendapat 2-3 ekor kambing. Masyarakat menilai kalau sudah menerima kambing tidak dipertanggungjawabkan. Tapi tahun 2020 di dusun saya banyak yang tidak mau menerima bantuan kambing,” ujarnya.

Kepala Desa Perkebunan Marsel Budi Syahputra Lubis dikonfirmasi Waspada.id membenarkan jika perorang dikutip Rp100 ribu, namun dananya untuk mengurus surat ke notaris.

“Iya, memang benar ada dikutip peranggota kelompok tani ternak Rp100 ribu. Dananya untuk mengurus surat badan hukum kelompok tani ternak ke notaris, setelah itu diberikan hibah kambing pada kelompok,” kata Budi Syahputra.

Budi menjelaskan, hibah kambing diberikan pada kelompok tani ternak berjumlah seratus ekor lebih. Sebanyak 8 kelompok tani ternak menerima bantuan hibah yang memiliki badan hukum notaris di Desa Perkebunan Marsel, harga kambing perekor Rp2 juta lebih berikut pajak.

“Saya tidak pernah mengutip uang itu, orang itu yang mengutip untuk ke notaris, saya hanya mengantarkan saja. Bantuan kambing bersumber dari DD tahun anggaran 2020, kambing sejenis domba ersip, semua dusun yang ada kelompok tani ternak dapat hibah kambing,” imbuh Budi.

Saat ditanya berapa jumlah dana hibah dan ADD/DD tahun 2020, lantas Budi menjawab “tahun 2020 kurang mengetahui berapa jumlah dana hibah, nanti dicek dulu. Kalau ADD/DD Desa Perkebunan Marsel sebesar Rp1,4 miliar lebih,”. (c04/B).

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2