Waspada
Waspada » Penerbitan Paspor Di Kantor Imigrasi Pematangsiantar Turun Drastis Akibat Covid-19
Sumut

Penerbitan Paspor Di Kantor Imigrasi Pematangsiantar Turun Drastis Akibat Covid-19

 

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Penerbitan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Pematangsiantar menurun drastis mencapai 74 persen akibat pandemi Covid-19, dimana paspor yang diterbitkan sampai 30 Oktober 2020 untuk 48 halaman sebanyak 6.087 paspor, 24 halaman sebanyak tujuh paspor, pelayanan haji 446 paspor dan penundaan terkait TKI Non Prosedural (NP) sebanyak 61 permohonan. Sementara, permohonan tahun 2019 mencapai 23.158 paspor.

Sedang satu orang asing terpaksa dideportasi melalui Bandara Kuala Namu pada Rabu (30/12), karena melanggar izin tinggal, yakni orang Malaysia Hew Sew Yuan yang masuk ke Indonesia pada 14 Februari 2020.

“Yang bersangkutan melanggar Pasal 78 (3) UU No. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian yakni orang asing pemegang izin tinggal yang telah berakhir masa berlakunya dan masih berada di wilayah Indonesia lebih dari 60 hari dari batas waktu izin tinggal, dikenakan tindakan administratif berupa deportasi dan penangkalan,” ungkap Kakan Imigrasi Kelas II Pematangsiantar Viktor Manurung kepada sejumlah wartawan tentang capaian kinerja 2020 kantor yang dipimpinnya di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Pematangsiantar, Rabu (30/12).

Selain itu, menurut Viktor yang didampingi Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Ana Dianawati, Kasi Dokumen dan Izin Tinggal Indolas Reflesia, Kasubbag Tata Usaha Mariana Purba, Kasi Intelijen dan Penindakan Irwan Saud Siahaan dan Kasubbag Informasi Hidayat Tanjung, saat ini juga di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Pematangsiantar mempunyai detensi berkebangsaan Myanmar San Wing Naing yang masuk ke Indonesia pada 13 Maret 2020 dan ditahan, karena melanggar Pasal 78 (3) UU No. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian serta seorang warga Italia, terpaksa diamankan dan ditahan, karena membuat keributan, berkeliaran dan melakukan perbuatan membahayakan seperti membakar sampah.

Menyinggung penurunan permohonan paspor, menurut Viktor, pihaknya membuat kebijakan untuk meningkatkan pelayanan berupa kegiatan Eazy Paspor sebanyak enam kegiatan diantara 10 kabupaten/kota, wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II Pematangsiantar, dengan menyurati instansi pemerintah dan swasta serta hasilnya di KPKNL Pematangsiantar ada 16 pemohon, Bea Cukai Pematangsiantar 12 pemohon, PT Sarulla Operation Tapanuli Utara 55 pemohon, Pengadilan Negeri Pematangsiantar 15 pemohon, Yayasan Sultan Agung Pematangsiantar 205 pemohon dan Alvina Hotel 26 pemohon.

“Disamping itu, kami juga melakukan pelayanan paspor simpatik di waktu libur pada Sabtu dan Minggu sebanyak dua kegiatan. Kita ada namanya tempat pemeriksaan imigrasi di Silangit sejak adanya pandemi Covid-19 mulai Maret 2020 dan tidak ada orang asing yang datang maupun berangkat sampai sekarang, karena lockdown. Tapi, kegiatan selama beberapa bulan, rekapitulasi perlintasan di lapangan terbang Silangit, kedatangan WNI 820 orang, orang asing 2.115 orang, keberangkatan meninggalkan Indonesia, WNI 909 orang dan orang asing 1.880 orang,” imbuh Viktor.

Mengenai tenaga kerja asing (TKA) yang tersebar di wilayah kerja Kantor Imigrasi Pematangsiantar, Viktor menyebutkan sampai saat ini berjumlah 150 orang terdiri Amerika Serikat satu orang, Bangladesh satu orang, China 97 orang, Filipina tiga orang, Honduras satu orang, India enam orang, Jepang 17 orang, Kanada satu orang, Korea Selatan 16 orang, Malaysia lima orang, Nepal satu orang dan Peru satu orang.

Menjawab pertanyaan, dengan adanya pandemi Covid-19, apa saja yang dilakukan Kantor Imigrasi Pematangsiantar dalam mendukung pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19, Viktor menyebutkan pihaknya kordinasi dengan Gugus Tugas Kab. Simalungun dan Kota Pematangsiantar serta mendapat bantuan berupa penyemprotan disinfektan di Kantor Imigrasi.

“Kami juga melakukan rapid test sebanyak dua kali seluruh pegawai pada Oktober 2020 dan ternyata ada 11 pegawai yang reaktif, hingga ditindaklanjuti dengan swab test serta hasilnya satu orang dinyatakan positif Covid-19. Untuk perawatannya, kami membawa pegawai yang positif Covid-19 ke tempat perawatan Covid-19 di Batu 20, Simalungun dan sekarang sudah sehat,” sebut Viktor.

Pada kesempatan itu, Viktor mengungkapkan Kantor Imirasi Pematangsiantar tahun tidak tidak lulus atau gagal sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK). “Karena, saat itu dokumennya tidak lengkap dibuat pemimpin sebelumnya dan tahun ini sudah kami lengkapi. Meski demikian, kami masih mendapat penghargaan sebagai juara II terbaik se KPPN tentang Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dan juara II pengamanan BMN terbaik se KPKNL Pematangsiantar.(a28/B).

Keterangan foto:

Kakan Imigrasi Kelas II TPI Pematangsiantar Viktor Manurung (tengah), didampingi para bawahannya mengungkapkan, Rabu (30/12), permohonan paspor tahun 2020 menurun drastis 74 persen akibat pandemi Covid-19.(Waspada-Edoard Sinaga).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2