Peneliti Dari BRIN Dan UM-Tapsel Turun Ke Madina Gali Adat Dan Budaya

  • Bagikan
Rektor UM-Tapsel Dra. Muksana Pasaribu MA (2 Kanan) didamping Wakil Rektor II UM-Tapsel Putoro Dongoran dan Dekan FIKP UM-Tapsel Muhammad Darwis MPd memberikan cindera mata kepada Peneliti Ahli Utama dari BRIN Dr. Obing Katubi.Waspada/ist
Rektor UM-Tapsel Dra. Muksana Pasaribu MA (2 Kanan) didamping Wakil Rektor II UM-Tapsel Putoro Dongoran dan Dekan FIKP UM-Tapsel Muhammad Darwis MPd memberikan cindera mata kepada Peneliti Ahli Utama dari BRIN Dr. Obing Katubi.Waspada/ist

P.SIDIMPUAN (Waspada) : Peneliti Ahli Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Obing Katubi bersama Tim Peneliti Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM-Tapsel) turun ke Desa Pastap, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk menggali adat dan budaya.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammad Darwis MPd, Rabu (8/12) mengatakan kunjungan Peneliti dari BRIN bersama Tim Peneliti Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia ke Desa Pastap, Madina, Senin (6/12) dalam rangka penjajakan kerjasama atau kolaborasi penelitian tentang adat dan budaya di Kabupaten Madina.

Kehadiran Peneliti Ahli Utama dari BRIN yang sebelumnya disebut LIPI, ucap Darwis disambut baik Rektor UM-Tapsel Dra. Muksana Pasaribu MA karena akan memberikan penguatan sekaligus jadi motivasi bagi dosen UM-Tapsel untuk melakukan penelitian, terutama di bidang adat dan budaya.

Saat kunjungan ke Desa Pastap, paparnya, Dr. Obing Katubi bersama pimpinan universitas, fakultas, dan prodi, diwakili Tim Peneliti dari UM-Tapsel yakni Khatib Lubis, M.Si., dan Nikmah Sari Hasibuan, M.Pd disambut baik oleh Camat Tambangan, Kepala Desa Pastap ,Kepala Desa Tambangan, dan sastrawan Mandailing Askolani Nasution.

Dalam pertemuan di Desa Pastap tersebut, ungkapnya banyak informasi terkait adat budaya yang perlu dikaji lebih dalam. Salah satunya cerita rakyat “Boru Sambilan Jogi” yang konon ceritanya bersemayam di Goa Pastap, berdasarkan penuturan dari penduduk setempat.

Peneliti Ahli Utama dari BRIN Dr. Obing Katubi (kanan) bersama Tim Peneliti UM-Tapsel berdialog dengan masyarakat Desa Pastap, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal terkait adat dan budaya.Waspada/ist

Menurutnya, penelitian terhadap adat dan budaya yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal sangat penting, karena merupakan kekayaan adat dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia sehingga penting untuk digali dan dilestarikan.

Sehari sebelumnya, ujar Darwis, Tim Peneliti UM Tapsel yang dikoordinir Dr. Husniah Ramadhani Pulungan, SPd, M.Hum bersama Dr. Obing Katubi sudah terlebih dahulu mengunjungi Desa Jago-jago yang merupakan Desan Binaan UM-Tapsel.

“Di Desa Jago-jago Tim peneliti akan membuat sebuah transisi terkait kearifan lokal Desa Jago-jago khususnya tentang tari Sikambang,” tuturnya.

Kemudian pada tanggal 7 Desember 2021, Wakil Dekan FKIP UM-Tapsel yang juga dosen tetap pada Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Eli Marlina Harahap, SS, M.Pd bersama peneliti BRIN mewawancarai beberapa tokoh adat di Tapanuli Selatan terkait acara “menyambut boru” untuk dilestarikan.(a39).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *