Waspada
Waspada » Pencairan BLT Dibubarkan Polisi 
Headlines Sumut

Pencairan BLT Dibubarkan Polisi 

Kerumunan massa di depan gedung Bank BNI Kisaran, saat menunggu pencairan BLT UMKM nasabah PNN Mekar, terpaksa dibubarkan polisi karena melanggar Prokes. Waspada/Bustami CP 
Kerumunan massa di depan gedung Bank BNI Kisaran, saat menunggu pencairan BLT UMKM nasabah PNN Mekar, terpaksa dibubarkan polisi karena melanggar Prokes. Waspada/Bustami CP 

KISARAN (Waspada): Polsek Kota Kisaran Polres Asahan melakukan pembubaran paksa kerumunan massa melanggar protokol Covid-19,  yang akan melakukan pencarian Bantuan Langsung Tunai  (BLT) UMKM  nasabah PNN Mekar melalui Bank BNI Kisaran, Senin (12/4) sore.

Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Joy Ananda Putra Sianipar, saat dikonfirmasi menuturkan bahwa sebelumnya mencoba mengatur situasi, agar kegiatan itu bisa dilakukan. Namun karena terjadi penumpukan massa ditambah lagi masyarakat ada yang mengantri dari pagi, sehingga tidak lagi kondusif. Kemudian lokasi Bank BNI tidak memadai menampung jumlah massa, sehingga masyarakat tidak bisa menjaga jarak

“Dengan terpaksa kita bubarkan kerumunan ini karena kerumunan dan melanggar protokol kesehatan,” jelas Joy.

Sementara, Kepala Cabang BNI Kisaran Yusmadi Usman, bahwa pihaknya melakukan pencarian BLT UMKM pada nasabah PNN Mekar, dengan jumlah Rp1,2 juta per orang. Menurutnya terjadinya kerumunan massa  di luar perkiraan, walaupun dalam Juknis ada aturan bahwa BNI hanya melayani 50 nasabah BLT UMKM dalam satu hari.

Namun karena masyarakat membutuhkan uang karena keperluan meningkat sehingga masyarakat yang datang melebihi kuota.

“Akhirnya kita mengambil kebijakan tetap dalam koridor Prokes, kita beri pemahaman, dan sementara kita bubarkan, sembari kita menata kembali nomor antrinya,” jelas Usman.

Sedangkan salah satu masyarakat yang ikut antri sudah dari pagi menunggu untuk mendapat giliran, merasa kecewa karena mereka harus dibubarkan. Padahal uang sudah masuk dalam rekening, namun dibekukan.

“Kami sudah mengantri dari pagi, saya sakit butuh uang untuk berobat,” ujar warga. (a19/a20)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2