Waspada
Waspada » Penanganan UPT RSU Indrapura Belum Maksimal
Sumut

Penanganan UPT RSU Indrapura Belum Maksimal

Kepala UPT RSU Indrapura Aulia menunjukkan ketersediaan obat dan oksigen, menurutnya cukup untuk ruang IGD. ( foto Agusdiansyah Hasibuan)

BATUBARA (Waspada): Akibat dukungan laboratorium yang belum ada di UPT RSU Indrapura milik Dinkes Pempropsu pasien terpaksa dirujuk ke RS lain.

Menurut sumber Waspada di UPT RSU Indrapura sebelumnya ada pasien gawat darurat yang masuk sudah muntah muntah, oksigen tidak ada kosong, obat juga tidak ada.

” Kasihan kita melihat pasien yang butuh pertolongan, terpaksa kami rujuklah ke RSU Lasmi Sartika, ” ujar beberapa perawat dan pegawai di UPT RS Indrapura kepada Wartawan.

Menjawab wartawan, Kepala UPT RSU Indrapura Dr Aulia Sambas, Jumat (7/2) diruang kerjanya mengatakan, dokter piket yang menangani pasien gugup melihat kondisi pasien yang muntah muntah, padahal ini masih kondisi muntah muntah biasa, tapi ada riwayat diabetes, makanya untuk menyelamatkan pasien dirujuk ke RS Lasmi.

” Sebenarnya oksigen ada, obat obatan juga ada, hanya dokter jaga ini masih baru, baru 80 persen ASN, kesimpulan saya dia gugup dengan kondisi pasien sehingga untuk tindakan penyelamatan maka di rujuk ke RS Lasmi ,” kata Aulia.

Aulia membantah banyak pasien yang dirujuk ke RS Lasmi, ia memastikan hanya satu pasien itu yang dirujuk. Terkait ambulan yang tidak bisa dipakai saat merujuk pasien, Aulia mengatakan karena saat ini tenaga honorer masih belum aktif jadi tidak ada supir yang standby bertanggungjawab atas ambulan yang memiliki beban PAD itu.

Aulia memastikan kedepan tidak akan terjadi lagi kondisi seperti ini , ia sudah merapatkan kepada seluruh petugas medis yang ada dan kesiapsiagaan akan terus ditingkatkan.

Dikatakannya tenaga medis di UPT RSU Indrapura masih kurang, kalau untuk alat medis sudah layak untuk tipe C yang sekarang. Kedepan akan ditingkatkan karena UPT RSU Indrapura akan menjadi RS rujukan untuk wilayah pantai timur.

Ia juga mengatakan RS yang baru keluar izin opersionalnya dari Dinkes Batubara ini baru menerima sekitar lima orang pasien perhari. Saat ini sedang mengurus kelengkapan untuk menerima pasien BPJS, dalam waktu dekat akan launching pelayanan kepada masyarakat. ( C.05/b)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2